PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Cuaca di Jawa Timur pada Kamis, 17 September 2026, masih didominasi kondisi kering seiring berlangsungnya musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sekitar 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga dasarian pertama September.
BMKG memperkirakan kondisi cerah hingga cerah berawan masih mendominasi sejumlah wilayah. Namun, peluang hujan lokal tetap ada. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat muncul dan berpotensi disertai petir serta angin kencang.
Kondisi atmosfer yang relatif kering juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. BMKG meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
Untuk wilayah pesisir, kondisi cuaca perlu mendapat perhatian. Prakiraan BMKG menunjukkan Perairan Gresik bagian utara pada Kamis ini berpotensi cerah berawan dengan gelombang sekitar 1,1 meter. Angin diprakirakan bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 9 knot.
Sementara itu, kondisi berbeda diprakirakan di Laut Jawa bagian timur. BMKG mencatat potensi gelombang sekitar 1,4 meter atau kategori sedang, dengan angin dari tenggara sekitar 14 knot. Kondisi ini perlu diperhatikan masyarakat yang beraktivitas di laut.
Di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, BMKG mencatat gelombang dapat mencapai sekitar 3,2 meter. Cuaca diprakirakan berawan dengan angin dari tenggara sekitar 12 knot. Nelayan dan pengguna jasa pelayaran perlu memperhatikan informasi keselamatan laut sebelum beraktivitas.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta mengantisipasi paparan panas, menjaga kecukupan cairan, serta mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara lokal.




