Daerah  

Ra Fahmi AHZ: PKB Probolinggo Harus Dikenal karena Kerja Nyata

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyerukan perubahan cara kerja partai. Ia ingin PKB tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi hadir melalui kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Ra Fahmi dalam Acara Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Senin, 28 September 2026. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan arah dan pola kerja organisasi setelah kepengurusan dikukuhkan.

Pengurus DPC PKB Kabupaten Probolinggo

Menurut Ra Fahmi, struktur partai hanya akan bermakna jika diikuti aktivitas dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran PKB dari tingkat cabang hingga ranting harus memiliki peran yang jelas dan bekerja secara terukur.

“Jangan hanya menjadi struktur. Kita harus menjadi gerakan yang hidup, yang berpikir, bekerja, dan hadir di tengah rakyat,” kata Ra Fahmi.

Baca juga  Dukung Program Presiden, Kejari Probolinggo Wujudkan MBG di Sekolah Dasar

Ia menekankan pentingnya kerja kolektif. Dalam organisasi, kata dia, tidak ada sosok yang bisa bekerja sendirian. Yang dibutuhkan adalah super team dengan pembagian tugas yang jelas antara Dewan Syura, Dewan Tanfidz, DPAC, ranting, fraksi, dan badan otonom.

Ra Fahmi juga meminta budaya rapat diubah menjadi budaya kerja. Setiap rapat, menurut dia, harus menghasilkan keputusan. Setiap keputusan harus memiliki penanggung jawab, sementara hasilnya harus dilaporkan dan dievaluasi.

“Lebih baik sedikit tetapi nyata, terukur, dan jelas penanggung jawabnya,” ujarnya.

Kerja nyata itu, kata Ra Fahmi, harus diwujudkan melalui politik pelayanan. PKB perlu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, kemudian memperjuangkannya melalui struktur partai dan Fraksi PKB di lembaga legislatif.

Ia menyebut sejumlah kelompok yang harus menjadi perhatian, mulai petani, nelayan, buruh, guru ngaji, santri, pelaku UMKM hingga anak muda yang membutuhkan kesempatan kerja.

Baca juga  UMKM Karang Taruna Tambelang Ikut Pameran di HUTAKA Kraksaan

Ra Fahmi juga mengingatkan kader agar tidak terjebak dalam perbedaan setelah proses konsolidasi organisasi. Perbedaan pandangan dalam proses pembentukan kepengurusan merupakan bagian dari dinamika. Namun setelah kepengurusan terbentuk, seluruh kader diminta kembali bekerja dalam satu arah.

Selain konsolidasi struktur, ia mendorong regenerasi dan meritokrasi. Anak muda dan perempuan diminta mendapat ruang lebih besar dalam kerja organisasi, termasuk melalui pemanfaatan ruang digital.

Bagi Ra Fahmi, ukuran keberhasilan PKB bukan semata banyaknya struktur atau kegiatan internal. Ukurannya adalah sejauh mana kehadiran partai mampu dirasakan masyarakat.

“PKB harus dikenal karena kerja yang terasa,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *