PILHANRAKYAT.ID, Yogyakarta – I Radio Yogyakarta bersama dengan Dinas Sosial Kota Yogyakarta dan PT.Pos Indonesia Yogyakarta berbincang bersama dalam siaran “Talkshow Soresore”. (Rabu, 11 November 2020)

gambar: talkshow soresore
Bincang ini bertujuan untuk sosialisasi Program Kementrian Sosial terkait Bantuan Sosial Tunai. Pembahasan tersebut mengenai sosialisasi detail tentang proses distribusi bantuan yang disediakan pemerintah untuk masyarakat. Dipandu oleh Ajis Fahreja dan Agnes Marhilo, siaran itu berlangsung satu jam (17.00-18.00 WIB) ditemani dengan Agus Sudrajat, selaku Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta dan Arif Yudha selaku Kepala Kantor Pos Yogyakarta.
Proses pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) dikerjakan secara sinergi oleh Dinas Sosial dan Pos Indonesia. Sebelum proses distribusi, Dinas Sosial Kota Yogyakarta bergerak dalam proses pengelolaan data. Hasil olahan data ini dimutakhirkan menjadiData Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pengelolaan ini bertujuan untuk menghindari kemungkanan pembagian BST yang tidak tepat sasaran dan dobel. BST sendiri mempunyai sasaran seluruh keluarga yang tercatat sebagai keluarga “miskin”. Golongan tersebut divalidasi dengan 16 parameter yang ditinjau dengan baik secara berkas maupun data lapangan.
Bantuan Sosial Tunai sendiri digolongkan menjadi 3 program, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako dan Program Sosial Tunai. Segmentasi ketiga program tersebut pada dasarnya adalah untuk keluarga yang termasuk dalam kategori miskin dan atau terdampak pandemi.Untuk hari ini, data yang dipegang BTKS lebih dari 50.000 data dan masih harus dimutakhirkan. Dalam ranah pemutakhiran, Dinsos Kota Yogyakarta berharap partisipasi bersama seluruh elemen masyarakat terkait dengan berbagai prosedur. Kejujuran seluruh elemen masyarakat dalam administrasi menentukan apakah BST ini tepat sasaran atau tidak. Parameter yang diberikan oleh pemerintah dapat digunakan sebagai alat ukur kelayakan masyarakat untuk memperoleh atau tidak memperoleh bantuan tersebut.

gambar 2: talkshow pendistribusian bantuan
Setelah DTKS diperoleh, Dinas sosial bekerjasama dengan Pos Indonesia dalam proses pendistribusian BST. Pos Indonesia berperan penting dalam penyerapan bantuan yang ada hingga sampai ke tangan masyarakat. Saat ini Pos Indonesia Yogyakarta mengurus 60.900 penyerapan data bantuan di 2 wilayah, yaitu Sleman dan Kota Yogyakarta serta beberapa irisan wilayah Bantul.
Prosedur penyerapan dibagi menjadi 2, ada yang lewat komunitas masyarakat (kelurahan atau desa) dan dengan cara jemput bola. Cara pertama dilakukan dengan penurunan bantuan ke komunitas masyarakat sehingga bisa diambil oleh warga sekitar langsung, dengan mengambil kupon antrian. Bantuan tersebut bisa diambil dalam kurun waktu sampai dengan 1 bulan. Runtutan prosesnya kurang lebih: 1)Scan Barcode DTKS, 2) Check data informatif, 3) Sesi foto untuk bukti pengambilan. Prosedur kedua lebih ditekankan untuk masyarakat yang lansia dan ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengambil bantuan secara mandiri.

Kerjasama antara semua pihak yang terkait memudahkan penyerapan bantuan. Lebih khusus lagi, penyerapan bantuan yang tepat sasaran. Dengan begitu masyarakat yang menerima bantuan adalah masyarakat yang benar-benar salam keadaan yang kurang mampu.
(Rifa’i/PR.ID)




