Daerah  

Banjir di Jember, Bapenda Sebut “Kerakusan Developer” sebagai Biang Keladi

PILIHANRAKYAT.ID, Jember-Banjir yang kembali melanda Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (16/12/2025). Bukan sekadar luapan air biasa. Genangan yang merendam puluhan rumah warga pada pertengahan pekan ini mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat melontarkan kritik tajam terhadap pola pembangunan di kawasan tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam itu membuat sekitar 60 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa terdampak banjir. Air sungai naik hingga merendam rumah-rumah yang berada di sisi sempadan sungai. Meski tak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini meninggalkan jejak trauma dan kerugian materiil bagi warga.

Kepala Bapenda Jember, Achmad Imam Fauzi, menyatakan peristiwa banjir bukan semata akibat curah hujan atau faktor alam. Menurut Fauzi, pembangunan perumahan yang mengabaikan aturan tata ruang terutama jarak aman dari alur sungai ikut berkontribusi pada bencana ini. “Ini bukan Tuhan yang murka, melainkan hak Sungai Melekuk yang dihalangi oleh keserakahan pengembang,” ujarnya di lokasi banjir.

Baca juga  Sugioto Terima Gelar Dato Sri Yudha Pakunegara, Simbol Harmoni Kalbar

Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan, kawasan sempadan sungai minimal harus bebas seluas 15 meter dari garis pasang tertinggi air. Bangunan yang melanggar ketentuan ini akan ditertibkan sesuai aturan yang berlaku. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan tata ruang di seluruh wilayah.

Warga setempat menyampaikan keresahan yang sudah lama terpendam. Ketua RT setempat menyebutkan bahwa sebagian kawasan perumahan diduga berdiri di atas bekas bantaran sungai. Drainase yang buruk dan sempitnya jalur aliran air memperparah dampak banjir.

Baca juga  Petani Tembakau Probolinggo Resah, Garda Bangsa Minta Pemerintah Tinjau Ulang PP 28/2024

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu warga terdampak serta menyalurkan bantuan logistik seperti air bersih dan dapur umum. Warga pun diimbau tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *