Daerah  

Sugioto Terima Gelar Dato Sri Yudha Pakunegara, Simbol Harmoni Kalbar

PILIHAN RAKYAT. ID, Kalimantan Barat- Balairung Agung Keraton Pakunegara Tayan dipenuhi suasana haru dan khidmat saat prosesi adat penganugerahan gelar kehormatan Dato Sri Yudha Pakunegara diberikan kepada Sugioto (29/10), tokoh sosial yang dikenal aktif memperkuat persaudaraan lintas etnis dan agama di Kalimantan Barat.

Dalam upacara yang dihadiri tokoh adat, pejabat pemerintahan, dan masyarakat ini, Sultan Keraton Pakunegara Tayan menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar penghormatan simbolik, melainkan bentuk pengakuan adat terhadap sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai budaya, kemanusiaan, dan semangat kebangsaan.

“Gelar ini adalah amanah bagi mereka yang berani menegakkan persaudaraan dan menjunjung tinggi adat di tengah arus perpecahan bangsa,” ujar Sultan dengan penuh wibawa.

Baca juga  Pria Ditemukan Membusuk di Rumah Kosong Lumajang

Sementara itu, Sugioto mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diterimanya. Ia menyebut gelar ini bukan miliknya pribadi, melainkan milik rakyat dan budaya Kalimantan Barat.

“Saya hanya perantara untuk menyalakan kembali semangat adat sebagai perekat bangsa,” ucapnya lirih namun penuh makna.

Makna gelar Dato Sri Yudha Pakunegara sendiri merepresentasikan semangat perjuangan, keberanian, dan pengabdian kepada tanah kelahiran serta budaya. Gelar ini diberikan kepada tokoh yang dinilai mampu memperjuangkan keharmonisan sosial dan menjaga nilai-nilai leluhur di tengah modernitas.

Baca juga  HPMIG Jogja Desak Evaluasi Dispora, Dorong Keterlibatan Pemuda dalam Program Pembangunan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI) Kalimantan Barat, Dharma Wijaya, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas penganugerahan tersebut.

Ia menilai, Sugioto merupakan penggerak sosial yang konsisten menebarkan semangat kebersamaan lintas budaya dan agama.

“Beliau bukan hanya menjaga tradisi, tapi juga menghidupkan kembali semangat harmoni yang menjadi jati diri masyarakat Kalbar,” tuturnya.

Rangkaian acara adat ditutup dengan doa dan jamuan kehormatan khas keraton, diiringi lantunan musik tradisional dan tarian penyambutan yang menggambarkan keindahan serta keharmonisan antara manusia dan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *