PILIHANRAKYAT.ID,Surabaya-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, Kamis (21/8). Cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga malam hari.
“Beberapa wilayah Jawa Timur berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” tulis BMKG dalam laman resminya
Wilayah terdampak awal meliputi Kediri, Jombang, Nganjuk, Magetan, Ngawi, dan Bojonegoro. BMKG menyebut potensi ini dapat meluas ke wilayah Mataraman seperti Ponorogo, Kota Madiun, Lamongan, serta kawasan Tapal Kuda meliputi Pasuruan, Probolinggo, dan Bondowoso.
Fenomena hujan di tengah musim kemarau ini, menurut BMKG Juanda, disebabkan oleh anomali suhu muka laut di perairan Jawa Timur dan Selat Madura yang menunjukkan deviasi negatif sekitar –1 hingga –1,5 derajat Celsius. Kondisi tersebut meningkatkan penguapan dan memicu pembentukan awan konvektif. Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang negatif turut menstimulasi pertumbuhan awan.
“Daerah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Bojonegoro, Malang Raya, Surabaya, Mojokerto, Madiun, hingga wilayah barat seperti Pacitan dan Ponorogo,” kata BMKG Juanda dalam keterangan tertulis
Di Surabaya, kondisi cuaca terkini tercatat berawan tebal dengan suhu 25 derajat Celsius, kelembapan 87 persen, dan angin bertiup dari arah selatan berkecepatan 7 kilometer per jam, berdasarkan laporan prakiraan cuaca BMKG.
BMKG memperkirakan suhu udara di Surabaya mencapai 37 derajat Celsius pada Kamis siang, dengan potensi hujan singkat pada Jumat (22/8). Setelah itu, cuaca cenderung cerah hingga pekan depan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir singkat, pohon tumbang, dan sambaran petir.




