Daerah  

Bupati LIRA Probolinggo: DPRD Harus Hadir Saat Bencana, Bukan Hanya Datang Saat Butuh Suara

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah, Desa Mojolegi, Kecamatan Gading, yang terdampak banjir. Bantuan berupa kitab-kitab dan air minum tersebut diserahkan pada Selasa malam, 20 Januari 2026.

Bantuan tersebut diberikan menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air masuk ke area pesantren dan merusak fasilitas. Sejumlah kitab santri dilaporkan rusak terendam air, bahkan sebagian hilang terbawa arus, selain beberapa peralatan dan barang kebutuhan lainnya.

Pihak Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada LSM LIRA Kabupaten Probolinggo atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh para santri, terutama untuk menunjang kembali kegiatan belajar pascabanjir.

Baca juga  Dinsos Sumenep Ajukan 32 Pasien Meninggal Karena COVID Terima Bantuan

“Setelah banjir, banyak kitab santri yang rusak bahkan hilang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan para santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada LSM LIRA yang telah peduli dan bersedia hadir langsung membantu,” ujar perwakilan pengelola pesantren.

Bupati LIRA Kabupaten Probolinggo, Salamul Huda, menegaskan bahwa bencana alam seharusnya menjadi momentum bagi para wakil rakyat untuk menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat. Ia menilai kehadiran anggota DPRD di lapangan sangat penting ketika warga dan lembaga pendidikan terdampak musibah.

“DPRD harus hadir saat bencana, bukan hanya datang saat butuh suara. Ini soal empati dan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat,” kata Salamul Huda di sela-sela penyerahan bantuan.

Baca juga  Bupati Probolinggo Buka Suara soal Dugaan Pemotongan Tunjangan Guru Ngaji di Krucil

Salamul Huda menyebut kehadiran DPRD tidak cukup hanya melalui pernyataan atau rapat formal. Menurut dia, masyarakat membutuhkan aksi nyata dan kehadiran langsung untuk melihat kondisi di lapangan serta memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi sejumlah anggota DPRD yang telah turun langsung ke lokasi bencana dan memberikan bantuan kepada warga serta pesantren yang terdampak. Langkah tersebut dinilai sebagai contoh positif yang patut diteladani.

Salamul Huda berharap bantuan dari LSM LIRA dapat meringankan beban Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah dan membantu para santri kembali melanjutkan aktivitas belajar mengajar. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *