PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Cuaca panas masih membayangi sejumlah wilayah Jawa Timur pada Kamis, 5 November 2026. Di tengah suhu udara yang dapat mencapai 36 derajat Celsius, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang selama masa peralihan musim.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Jawa Timur hari ini bervariasi. Sejumlah daerah diperkirakan berawan, sebagian mengalami udara kabur, sementara beberapa wilayah berpotensi diguyur hujan ringan.
Di Kota Surabaya, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu udara berkisar 26–36 derajat Celsius. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah lain, terutama kawasan pesisir dan dataran rendah. Adapun Kota Mojokerto diprakirakan menjadi salah satu wilayah dengan suhu tertinggi, yakni mencapai 37 derajat Celsius.
Sementara itu, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Kota Kediri, Kota Malang, dan Kota Batu. Perbedaan kondisi cuaca tersebut menunjukkan bahwa potensi hujan belum merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
Di luar prakiraan harian, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten dan kota di Jawa Timur selama periode 2–9 November 2026. Ancaman tersebut meliputi hujan sedang hingga lebat, petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Kondisi atmosfer yang tidak stabil dapat memicu pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat.
Sejumlah fenomena atmosfer turut memengaruhi kondisi tersebut. Di antaranya gangguan gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO), pola pertemuan angin atau konvergensi, serta kondisi suhu muka laut di perairan Selat Madura yang mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng curam, dan sekitar tebing diminta mengantisipasi potensi tanah longsor. Ancaman pohon tumbang, banjir, jalan licin, serta berkurangnya jarak pandang juga perlu diperhatikan selama periode cuaca ekstrem.




