Daerah  

Desil 10 Dipersoalkan, Warga Krucil Mengaku Jauh dari Kecukupan

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Penetapan desil kesejahteraan menuai keluhan dari warga Kabupaten Probolinggo. Seorang warga Kecamatan Krucil, Marwan, mengaku keluarganya masuk desil 10 meski kondisi ekonominya jauh dari kecukupan.

Marwan mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti dampak penetapan desil tersebut. Namun, dia mulai merasakan persoalan setelah status desil keluarganya disebut berpengaruh terhadap akses sejumlah layanan sosial.

“Saya tidak tahu apa efek dari desil itu, tapi kaget saja. KIP anak saya bermasalah karena kami masuk desil 10 dan BPJS pun begitu,” kata Marwan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Marwan, penetapan desil 10 membuat dirinya bingung. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya, kata dia, tidak menunjukkan tingkat kesejahteraan seperti yang tercermin dalam data tersebut.

Baca juga  Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Barat Daya Pacitan, BMKG: Berpusat di Laut

“Saya merasa kondisi ekonomi kami justru jauh dari kecukupan. Kalau kemudian data menunjukkan kami masuk desil 10, tentu kami bingung. Apa yang menjadi dasar penilaiannya juga kami tidak tahu,” ujar Marwan.

Dia berharap pemerintah membuka ruang perbaikan data bagi warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan hasil pendataan. Menurut Marwan, ketidaksesuaian data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan akses program pemerintah.

“Kalau memang datanya keliru, kami berharap bisa diperbaiki. Jangan sampai masyarakat yang kondisi ekonominya jauh dari kecukupan justru dianggap mampu hanya karena masuk desil 10,” katanya.

Baca juga  Akhirnya! Prabowo Perintahkan Bahlil Lahadalia Untuk Memperbolehkan Pengecer Menjual LPG 3 Kg Lagi

Desil merupakan pengelompokan kesejahteraan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Data tersebut menjadi salah satu basis dalam menentukan sasaran sejumlah program pemerintah.

Marwan meminta proses verifikasi dilakukan lebih cermat dengan mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat. Ia berharap warga yang merasa datanya tidak sesuai dapat memperoleh penjelasan sekaligus mekanisme untuk mengajukan perbaikan.

Sementara itu, pihak BPS Kabupaten Probolinggo saat dihubungi untuk meminta penjelasan mengenai keluhan warga terkait penetapan desil hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *