PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Infinix kembali meramaikan pasar ponsel entry-level dengan meluncurkan Infinix Hot 60i NFC di Indonesia. Ponsel ini menyasar segmen harga Rp1 jutaan dengan menawarkan fitur yang selama ini jarang ditemui di kelasnya, seperti Near Field Communication (NFC) dan layar dengan refresh rate 120 hertz.
Dari sisi desain, Infinix Hot 60i NFC mengusung layar IPS LCD berukuran 6,7 inci beresolusi HD+. Meski belum mencapai Full HD, layar tersebut sudah mendukung refresh rate tinggi 120 Hz yang membuat perpindahan antarmuka terasa lebih mulus, terutama saat digunakan untuk menjelajah media sosial atau menonton video.
Untuk performa, Infinix membekali Hot 60i NFC dengan chipset MediaTek Helio G81 Ultimate yang dipadukan dengan pilihan RAM hingga 8 GB serta fitur extended RAM. Kombinasi ini dinilai cukup untuk kebutuhan harian seperti browsing, aplikasi perpesanan, hingga bermain gim ringan, meski belum ditujukan untuk gim dengan grafis berat.
Pada sektor fotografi, ponsel ini mengandalkan kamera utama 50 megapiksel dengan dukungan kecerdasan buatan (AI). Sementara kamera depan beresolusi 8 megapiksel disiapkan untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video. Hasil kamera dinilai cukup memadai untuk dokumentasi sehari-hari di kondisi cahaya yang baik.
Salah satu nilai jual utama Infinix Hot 60i NFC terletak pada sektor daya. Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 5.160 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt. Infinix mengklaim teknologi tersebut mampu mengisi daya hingga separuh kapasitas dalam waktu kurang dari 30 menit.
Selain NFC, Infinix Hot 60i NFC juga membawa sejumlah fitur tambahan seperti sensor sidik jari di sisi bodi, infrared blaster, serta sistem operasi XOS berbasis Android dengan sejumlah fitur berbasis AI. Kehadiran NFC dinilai relevan dengan meningkatnya penggunaan dompet digital dan kartu uang elektronik di Indonesia.
Dengan kombinasi fitur tersebut, Infinix Hot 60i NFC diposisikan sebagai opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan ponsel terjangkau dengan fitur lengkap. Namun, keterbatasan resolusi layar dan performa yang masih berada di kelas dasar menjadi catatan bagi pengguna yang mengutamakan kualitas visual dan gaming berat.




