PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Nissan memperbarui SUV listrik andalannya melalui Ariya model tahun 2026. Mobil listrik ini hadir dengan penyegaran desain dan peningkatan teknologi, menyasar pasar SUV listrik menengah premium di Asia dan Jepang, di tengah ketatnya persaingan kendaraan listrik global.
Dari sisi tampilan, Nissan Ariya 2026 mengusung desain eksterior yang lebih bersih dan futuristik. Identitas lampu depan khas Nissan tampil dengan garis pencahayaan tipis berbentuk melengkung, sementara siluet bodinya tetap mempertahankan karakter aerodinamis khas SUV listrik. Perubahan ini disebut Nissan sebagai upaya mempertegas identitas Ariya sebagai kendaraan listrik modern.
Masuk ke bagian interior, Ariya 2026 mengedepankan konsep kabin minimalis. Dua layar besar terintegrasi di dashboard untuk panel instrumen dan sistem hiburan. Salah satu pembaruan utama adalah hadirnya Google Built-in, yang memungkinkan pengemudi mengakses Google Maps, Google Assistant, dan berbagai aplikasi langsung dari sistem kendaraan tanpa perlu menghubungkan ponsel.
Dari sisi performa, Nissan Ariya 2026 ditawarkan dalam beberapa varian penggerak. Varian penggerak roda depan (FWD) dan sistem e-4ORCE AWD tersedia dengan tenaga yang bervariasi. Untuk kapasitas baterai, Nissan menyediakan opsi 63 kWh dan 87 kWh, dengan jarak tempuh maksimal mencapai sekitar 529 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Nissan juga membekali Ariya 2026 dengan teknologi Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan kendaraan menyuplai daya listrik ke perangkat eksternal. Selain itu, dukungan pengisian cepat arus searah (DC fast charging) membuat pengisian baterai hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30–40 menit, tergantung kondisi pengisian.
Dari hasil pengujian sejumlah media otomotif internasional, Ariya 2026 menawarkan pengalaman berkendara yang halus dan senyap, khas kendaraan listrik. Namun, beberapa catatan menyebutkan karakter suspensi belakang terasa lebih kaku saat kendaraan membawa beban penuh atau melintasi jalan bergelombang.
Untuk pemasaran global, Nissan memutuskan tidak memasarkan Ariya model 2026 di Amerika Serikat dan mengalihkan fokus ke model listrik lain. Meski demikian, Ariya tetap dipasarkan di Jepang dan sejumlah negara Asia, serta disebut berpeluang masuk ke pasar Asia Tenggara sebagai SUV listrik premium.




