PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pemerintah menyatakan neraca pangan nasional berada dalam kondisi surplus hingga Maret 2026. Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan Ramadan.
Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan ketersediaan sejumlah komoditas utama, seperti beras, jagung, gula, dan daging, masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan proyeksi neraca pangan, stok nasional aman hingga setelah Ramadan,” kata Amran dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI, Selasa, 4 Februari 2026.
Amran menyebut surplus pangan didorong oleh peningkatan produksi dalam negeri serta penguatan cadangan pemerintah. Pemerintah, kata dia, akan terus memantau distribusi pangan agar tidak terjadi kelangkaan di daerah, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.
Dalam rapat tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga. Upaya itu mencakup penguatan distribusi, operasi pasar, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang turut hadir menyatakan sektor perikanan juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Menurut dia, produksi perikanan tangkap dan budi daya masih berada pada tren positif.
Komisi IV DPR RI meminta pemerintah memastikan data neraca pangan akurat serta kebijakan pengendalian harga berjalan efektif di lapangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.




