Daerah  

Misi Dagang Jatim di Batam Berbalut Budaya, Wastra Sidoarjo Jadi Sorotan

PILIHANRAKYAT.ID, Batam-Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Misi Dagang Jatim Kepulauan Riau 2025 di Batam pada Senin, 8 Desember 2025. Selain mempertemukan pelaku usaha kedua daerah, agenda itu menampilkan pertunjukan Wastra Sidoarjo yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan.

Dalam acara yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu, panggung utama dibuka dengan tari dan peragaan busana berbahan batik Jetis Sidoarjo. Pertunjukan tersebut dirancang untuk menampilkan kekayaan wastra Sidoarjo yang dikenal sebagai salah satu sentra batik tertua di Jawa Timur.

Khofifah menyebut misi dagang tahun ini tidak hanya bertumpu pada transaksi perdagangan, tetapi juga mengedepankan diplomasi budaya. “Batik Jetis Sidoarjo membawa cerita panjang perjalanan UMKM wastra. Kami ingin menghadirkannya di panggung besar agar membuka peluang pasar lebih luas,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Baca juga  Mudik Tahun 2025! Prabowo Turunkan Tiket Pesawat, Simak Penjelasannya

Selain pertunjukan budaya, acara itu menjadi ruang promosi bagi UMKM binaan Bank UMKM Jawa Timur. Sejumlah produk unggulan seperti batik Jetis, kerajinan kulit, hingga olahan kuliner Sidoarjo dipamerkan kepada calon pembeli dari Batam dan wilayah Kepri.

Berdasarkan laporan resmi panitia, kegiatan tersebut mencatat total transaksi sebesar Rp 4,45 triliun—menjadi capaian tertinggi dari seluruh rangkaian misi dagang Jatim sepanjang 2025. Komitmen dagang itu berasal dari penjualan pelaku usaha Jatim ke Kepri serta penandatanganan sejumlah Letter of Intent dengan mitra dagang, termasuk dari Malaysia.

Baca juga  Ridwan Kamil; Kita Jadikan Jabar Provinsi Paling Tabayun

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai pencapaian transaksi ini menunjukkan daya tarik produk lokal Jatim, terutama sektor pangan dan wastra. “Kombinasi perdagangan dan pertunjukan budaya terbukti efektif memperluas jejaring dan meningkatkan minat pembeli,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim.

Pertunjukan Wastra Sidoarjo menjadi salah satu bagian yang mendapat respons positif dalam gelaran itu. Mengusung motif khas Kampung Batik Jetis, peragaan busana tersebut menjadi penanda bahwa identitas budaya lokal dapat menjadi kekuatan yang mendukung penetrasi ekonomi.

Misi Dagang Jatim–Kepri ditutup dengan harapan agar kerja sama kedua daerah semakin kuat, sekaligus membuka jalur ekspor baru melalui Batam yang berdekatan dengan pasar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *