Daerah  

ORADO Resmi di Indonesia, Domino Naik Kelas Jadi Cabor KONI

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Permainan domino yang selama ini identik dengan aktivitas santai masyarakat kini memasuki babak baru. Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) telah resmi hadir di Indonesia dan ditetapkan sebagai bagian dari cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ketua Cabang Olahraga Domino Kabupaten Probolinggo, Muchlis, mengatakan domino merupakan permainan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Permainan ini mudah ditemui dan dimainkan oleh berbagai kalangan.

“Domino adalah permainan yang sering dilakukan oleh masyarakat. Banyak orang bisa memainkan domino,” kata Muchlis saat ditemui di rumahnya, Jum’at (16/01/2026)

Menurut dia, domino tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bagian dari tradisi kebersamaan warga. Permainan ini kerap dimainkan saat masyarakat berkumpul, baik di lingkungan rumah maupun dalam berbagai momen sosial.

Baca juga  Budaya Budaya

Muchlis menegaskan, dengan pengakuan resmi sebagai cabor nasional, domino tidak lagi dapat dipandang sebagai permainan biasa.

“Permainan ini sudah menjadi bagian dari cabor nasional,” ujarnya.

Ia juga menepis anggapan negatif yang selama ini melekat pada permainan domino. Menurut Muchlis, domino telah mendapatkan pengesahan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

“Permainan ini sudah resmi disahkan oleh MUI Pusat. Permainan ini tidak haram, yang haram itu judinya,” tegas Muchlis.

Ia menjelaskan, yang dilarang bukanlah permainannya, melainkan praktik-praktik yang menyimpang dari aturan, seperti adanya unsur perjudian. Selama dimainkan sesuai regulasi olahraga dan tanpa taruhan, domino dinilai sah dan dapat menjadi sarana prestasi.

Baca juga  Garda Bangsa Pasuruan Resmi Dilantik, Anisah Syakur Ajak Kader Jadi Garda Terdepan Perubahan

Muchlis menilai domino harus didorong untuk naik kelas. Selama ini, permainan tersebut kerap dimainkan di pos ronda atau tempat-tempat informal. Ke depan, ia berharap domino dapat dipertandingkan di tempat yang lebih representatif dan profesional.

“Kalau biasanya dimainkan di pos ronda atau tempat biasa, ke depan bagaimana domino bisa dimainkan di tempat yang istimewa, misalnya di hotel,” kata dia.

Melalui ORADO, domino diharapkan berkembang sebagai olahraga prestasi yang terstruktur, memiliki regulasi yang jelas, serta mampu melahirkan atlet-atlet berdaya saing, termasuk dari Kabupaten Probolinggo. Pengakuan dari KONI dan MUI Pusat menjadi pijakan penting bagi domino untuk tumbuh sebagai olahraga nasional yang profesional dan diterima luas oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *