PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan publik yang berpihak pada keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Bupati Probolinggo yang digelar pada Senin (19/01/2026) dengan tema Merawat Pertiwi: Mitigasi Bencana dan Keberlanjutan Lingkungan.
Dalam pertemuan itu, PDI Perjuangan menempatkan diri sebagai mitra strategis sekaligus penyeimbang pemerintah daerah. Peran politik partai, menurut DPC PDI Perjuangan, tidak berhenti pada kontestasi elektoral, melainkan berlanjut pada pengawalan kebijakan publik agar tetap berpihak pada wong cilik dan kepentingan jangka panjang daerah.
DPC PDI Perjuangan menyoroti kondisi objektif Kabupaten Probolinggo yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan abrasi. Selama ini, penanganan bencana dinilai masih didominasi pendekatan reaktif, sementara upaya pencegahan dan mitigasi struktural belum menjadi arus utama kebijakan. Degradasi kawasan hulu, daerah aliran sungai, serta kawasan penyangga lingkungan disebut berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Karena itu, PDI Perjuangan mendorong perubahan orientasi pembangunan daerah. Pembangunan daerah harus menempatkan rakyat sebagai subjek utama, bukan sekadar penerima dampak. Keberanian kebijakan diperlukan untuk menggeser fokus dari proyek fisik semata menuju perlindungan ekologis dan keselamatan sosial.
Dalam audiensi tersebut, mitigasi bencana ditegaskan sebagai kerja ideologis. Pencegahan kerusakan lingkungan dipandang lebih bermartabat dan berkeadilan dibandingkan penanganan pasca-bencana. PDI Perjuangan juga mendorong penyusunan roadmap lingkungan terpadu, mulai dari revitalisasi kawasan hulu, hutan penopang, daerah aliran sungai, hingga kawasan hilir, yang terintegrasi dengan RPJMD dan rencana tata ruang berbasis data risiko.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu poin penting. Mitigasi bencana dinilai tidak bisa hanya berbasis birokrasi, melainkan harus melibatkan komunitas dan struktur sosial sebagai garda terdepan.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PDI Perjuangan menyatakan siap mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) serta seluruh struktur partai dari tingkat DPC hingga ranting. Struktur partai akan difungsikan sebagai relawan kerakyatan dan bagian dari sistem peringatan dini berbasis komunitas yang cepat dan responsif.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyambut baik peran aktif PDI Perjuangan tersebut. Kedua pihak sepakat bahwa mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan merupakan agenda bersama lintas sektor dan lintas kepentingan, yang memerlukan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, partai politik, dan masyarakat.
Audiensi itu menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain mendorong kebijakan mitigasi bencana yang lebih preventif dan terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah, memperkuat koordinasi kesiapsiagaan bencana, serta menjadikan Merawat Pertiwi sebagai prinsip kerja bersama, bukan sekadar narasi simbolik.
Audiensi tersebut menegaskan pesan bahwa merawat lingkungan bukan hanya kerja teknokratis, melainkan kerja ideologis, kerja kebijakan, dan kerja kerakyatan yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.




