Daerah  

Redam Amukan Semeru: Jatim Kirim Awan ke Langit

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Ketika abu dan debu vulkanik dari Gunung Semeru masih menyelimuti udara Lumajang, pemerintah menghadirkan upaya lain: bukan menggali tanggul atau menata ulang jalur evakuasi, tapi memanggil hujan ketika cuaca memungkinkan untuk tidak datang terlalu deras.

Sejak Rabu (26/11), Pemprov Jawa Timur menggandeng BMKG, BNPB, dan Puspenerbal Juanda menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Ambisinya: menahan hujan deras setidaknya sampai bahaya lahar dingin mereda.

Pesawat Cessna Caravan C208 registrasi PK-SNM melayang di angkasa, menyebar bahan semai untuk memecah awan. Hingga Sabtu malam (29/11), sembilan sorti telah dilakukan dua pada hari pertama, ditambah tiga pada Jumat dalam operasi yang dijadwalkan selesai Minggu (30/11).

Baca juga  Kuasa Hukum ED Kritik Penetapan Tersangka: “Prosesnya Terlalu Prematur

Menurut Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, sasaran utama bukan sekadar “hujan reda”. Lebih dari itu: memberi waktu dan ruang bagi permukiman dan sungai di hulu untuk meredakan ketegangan — agar pasir, debu, dan material vulkanik tak langsung terbawa derasnya air ke pemukiman di hilir.

Jika hujan yang dulu dianggap berkah tiba-tiba datang deras di tengah tumpukan abu vulkanik, maka bukan hanya banjir biasa yang mengancam. Hari ini, hujan menjadi pemantik potensi bencana baru: lahar dingin, longsor, lumpur berbisa yang bisa menyapu rumah, jembatan, bahkan harapan mereka yang baru selamat dari letusan.

Baca juga  Darah Rakyat Tumpah, PMII Probolinggo Minta Presiden Ganti Kapolri

“OMC bukan sekadar soal cuaca, tapi soal waktu memberi jeda bagi tanah dan rumah, sebelum air dan abu bergabung jadi bencana.”

Kepada warga, Pemprov Jatim tak sekadar meminta bersabar. Mereka memohon waspada terhadap hujan ekstrem, arah angin, dan kemunculan awan gelap mendadak. Karena setelah erupsi, “awan” bisa jadi berkah yang ditahan, atau bencana yang dijemput.

Dengan sunyi, pesawat menggores langit malam Jawa Timur bukan untuk menabur harapan kosong, tapi memecah awan sebagai siasat terakhir. Sebuah bisik kecil: jangan biarkan hujan berubah jadi musuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *