PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Ketua Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat Jokowi-Ma’ruf Amin (Koper Jomin) Ayep Zaki, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Joko Widodo dalam mengambil alih Saham Freeport. Menurutnya, langkah cerdas dan berani inilah yang menjadi dambaan masyarakat Indonesia.
“Ini merupakan langkah yang luar biasa dan sangat dinanti oleh seluruh rakyat Indonesia. Sehingga sangat wajar bila kami (Koper Jomin) sangat mengapresiasi langkah cerdas terebut,” kat Ayep Zaki dalam keterangan resmi yang dikutip pilihanrakyat.id, Sabtu (22/12/2018).
Baca juga:
- Soal Swasembada Pangan, Ayep Zaki: Kembali ke Orba Sama Dengan Bunuh Diri
- Tekad Wagub Jabar Bersama HPN dan FKDB Wujudkan Jabar Juara Kedaulatan Pangan
- Gelar Rakernas Ke-1, Tim Relawan Bersatu Jokowi-Ma’ruf Amin Susun Strategi Pemenangan
Menurut Ayep Zaki, langkah strategis yang telah diambil oleh Pemerintah Jokowi menimbulkan kebanggaan tersebut.
“Karena ini merupakan momentum terbaik untuk memberikan jawaban besar kepada rakyat Indonesia tentang nasionalisasi Freeport,” jelas Aa Zaki.
Tentu, lanjutnya, ini bukan hal yang mudah, mengingat sejarah Freeport yang begitu panjang.
“Langkah pemerintah kami yakini sebagai bentuk menjaga kedaulatan NKRI, dan sebagai bentuk ketegasan yang nyata bahwa kita Negara berdaulat,” tegas Zaki.
Hal ini, kata dia, seiring dengan program yang terus dijalankan Koper Jomin, yaitu Program Kedaulatan Pangan Pasti Terbukti, yang prinsip dasarnya adalah bersama masyarakat mencapai kesejahteraan, dengan meningkatkan produktifitas petani, sehingga kedaulatan pangan dapat tercapai.
“Soal Freeport, kita semua tahu, bahwa bukan perkara yang mudah untuk melakukan renegoisasi dan atau pembebasan Freeport sejak pemerintahan sebelumnya, hanya saat pemerintahan Jokowi lah, keberanian itu dibuktikan dengan nyata,” sambungnya.
“Oleh sebab itu, sekali lagi, bukan hal yang berlebihan apabila kami (Koper Jomin) sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Jokowi dalam soal Freeport,” tandas Zaki menegaskan. (pram/pr.id).
Editor: Hatim Sulaiman





