News  

Perusahaan Rokok Nasional Serap Ribuan Ton Tembakau Pamekasan

PILIHANTAKYAT.ID, Pamekasan-Musim panen tembakau di Pamekasan, Madura, tahun ini membawa angin segar bagi petani. Sejak awal Oktober 2025, sedikitnya 20.500 ton tembakau telah terserap oleh sejumlah gudang milik perusahaan rokok nasional dan lokal yang tersebar di berbagai kecamatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto, menyebutkan bahwa penyerapan tembakau tahun ini menunjukkan tren positif. “Kami menargetkan total serapan mencapai 29 ribu ton hingga akhir musim,” ujarnya, Kamis pekan ini.

Penyerapan dilakukan oleh 51 gudang yang beroperasi di bawah berbagai perusahaan, mulai dari pengusaha lokal hingga perusahaan besar seperti PT Djarum, PR Sukun, PR Wismilak, dan Alian Swan Indonesia (AUI). Beberapa pabrikan besar seperti PT Sampoerna dan PT Gudang Garam juga dijadwalkan membuka pembelian dalam waktu dekat.

Baca juga  Mendikbud: 14,2 Juta Tenaga Kerja Saling Berimigrasi Antar Negara ASEAN

Harga tembakau di tingkat gudang kini berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan tingkat kekeringan daun. Di beberapa gudang perwakilan perusahaan nasional, harga bisa menembus angka tertinggi untuk tembakau dengan kadar nikotin yang stabil dan aroma khas Madura.

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, bersama wakilnya Sukriyanto, bahkan sempat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang, termasuk gudang perwakilan PT Djarum, pertengahan September lalu. Pemerintah ingin memastikan praktik pembelian, timbangan, dan pengambilan sampel sesuai aturan yang berlaku. “Kami ingin petani mendapatkan kepastian harga dan keadilan dalam transaksi,” kata Kholilurrahman saat itu.

Berdasarkan catatan Disperindag, dari total serapan tembakau tahun lalu sebanyak 31.600 ton, sekitar 19.300 ton di antaranya diserap langsung oleh perusahaan rokok nasional. Sisanya dibeli oleh industri kecil dan pengusaha lokal. Tahun ini, angka tersebut diperkirakan meningkat seiring dengan membaiknya kualitas panen.

Baca juga  Dari Tanah Papua, Gusma Deklarasi Maju sebagai Caketum Pemuda Katolik

Meski begitu, sebagian kelompok petani masih menuntut harga yang lebih adil. Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan (GMPK) Madura, Efendi Pradana, menilai perusahaan rokok besar harus lebih serius menyerap hasil panen lokal. “Tembakau Madura punya kualitas terbaik di Indonesia, tapi petaninya masih sering ditekan harga,” ujarnya.

Tembakau Madura, terutama dari Pamekasan, dikenal sebagai salah satu bahan baku utama rokok kretek kelas premium di Indonesia. Setiap musim panen, ribuan petani di wilayah ini menggantungkan harapan pada serapan perusahaan besar. Tahun ini, dengan meningkatnya pembelian dari pabrikan nasional, harapan itu kembali menyala di ladang-ladang kering Pamekasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *