PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali melakukan perombakan signifikan di jajaran inti organisasi. Dalam rapat Harian Tanfidziyah pada Jumat, 28 November 2025, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memutuskan mencopot Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor 4792, yang memuat hasil evaluasi kinerja fungsionaris sekaligus reposisi struktur. Jabatan Sekjen kini diisi oleh Amin Said Husni, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum PBNU bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).
Gus Ipul, yang baru setahun menjabat Sekjen, tidak dikeluarkan dari struktur PBNU. Ia digeser menjadi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media. Perubahan itu disebut sebagai penataan ulang organisasi agar lebih efektif, namun bagi sebagian kalangan langkah ini menunjukkan dinamika dan peta kekuatan yang tengah berubah di tubuh PBNU.
Tensi internal sebelumnya sempat meningkat setelah beredar kabar bahwa Gus Ipul akan menjadi Penjabat Ketua Umum PBNU—isu yang kemudian dibantah sebagai hoaks. Pencopotannya dari kursi Sekjen makin mempertegas adanya tarik menarik di lingkar elite Nahdlatul Ulama.
Meski demikian, PBNU menegaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari evaluasi rutin. Dengan naiknya Amin Said Husni sebagai Sekjen, PBNU berharap tata kelola organisasi lebih solid di tengah dinamika nasional dan agenda besar keumatan yang menanti.




