PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 21 April 2026. Pertemuan itu membahas kondisi ekonomi nasional di tengah dinamika global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas domestik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan aktivitas ekonomi nasional saat ini masih terjaga. Namun, pemerintah tetap mewaspadai dampak eksternal yang bisa memengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” ujar Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.
Dalam pertemuan itu, Luhut memaparkan sejumlah skenario kebijakan yang difokuskan pada perlindungan daya beli masyarakat serta pengendalian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu strategi utama yang dibahas adalah penguatan digitalisasi pemerintahan atau govtech.
Menurut Teddy, digitalisasi pemerintahan menjadi bagian penting untuk memastikan efektivitas kebijakan negara, termasuk menjaga stabilitas fiskal dan kemampuan belanja masyarakat. Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah percepatan di sektor layanan publik berbasis digital.
Salah satu program yang sedang diuji coba ialah digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi. Pemerintah berencana memperluas skema tersebut ke 42 kabupaten dan kota guna meningkatkan transparansi serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi menarik arus investasi luar negeri, terutama dari kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut akan diperkuat melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna meningkatkan daya tarik investasi nasional.




