PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menempatkan ukhuwah sebagai jantung kekuatan Nahdlatul Ulama di tengah dinamika sosial dan politik yang terus bergerak. Pesan itu ia sampaikan dalam konsolidasi kader di Surabaya pekan ini, sebuah forum yang dihadiri ratusan pengurus cabang dari seluruh daerah.
Dalam pidatonya, Gus Kikin menekankan tiga pilar persaudaraan yang menurutnya harus menjadi fondasi gerak warga NU: ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Ia menyebut perbedaan pandangan sebagai hal wajar, tetapi tidak boleh menggerus ruh kebersamaan. “Selama persaudaraan itu kuat, NU akan tetap menjadi rumah besar yang kokoh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan NU tidak semata bertumpu pada ukuran organisasi, tetapi pada jaringan kultural yang tumbuh dari bawah: pesantren, majelis taklim, hingga kelompok-kelompok kecil jamaah. Dari ruang-ruang itulah, kata dia, NU membangun daya tahan sekaligus kemampuan merespons tantangan zaman.
Sejumlah peserta menyebut pesan tersebut penting di tengah kondisi sosial yang kian terpolarisasi. Ahmad Fauzi, pengurus cabang dari Madura, menilai bahwa penguatan ukhuwah mengingatkan kader pada orientasi dasar NU. “Inti gerakan NU selalu soal keberlanjutan nilai, bukan sekadar aktivitas,” ujarnya.
PWNU Jatim merencanakan safari konsolidasi ke beberapa daerah awal tahun mendatang. Program itu diarahkan untuk memperdalam pemahaman kader mengenai peran ukhuwah dalam pengabdian sosial dan keumatan, sekaligus meneguhkan kembali peran NU sebagai penyangga kohesi masyarakat.




