PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan pembentukan dana abadi internasional bertajuk Board of Peace untuk mempercepat rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina, pascakonflik. Dana tersebut ditargetkan mencapai 1 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 15,8 triliun.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan skala kerusakan di Gaza menuntut skema pendanaan yang berkelanjutan, bukan bantuan kemanusiaan yang bersifat sementara. Menurut dia, dana abadi diperlukan agar proses pembangunan kembali dapat berjalan konsisten dan terukur.
“Kita membutuhkan mekanisme pendanaan yang stabil dan transparan. Board of Peace diharapkan menjadi wadah bagi komunitas internasional untuk berkontribusi secara nyata dalam membangun kembali Gaza,” kata Yahya dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Februari 2026.
Yahya menjelaskan, dana tersebut akan dihimpun dari berbagai sumber, termasuk negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), komunitas internasional, serta sektor swasta yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Dana tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk pemulihan ekonomi warga Gaza yang terdampak konflik.
PBNU menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana agar mendapat kepercayaan internasional. “Setiap dana yang masuk harus dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Palestina,” ujar Yahya.
Usulan Board of Peace ini merupakan bagian dari agenda diplomasi kemanusiaan PBNU yang selama ini dijalankan melalui berbagai forum internasional, termasuk Religion 20 (R20). PBNU berencana membawa gagasan tersebut ke tingkat diplomasi global dengan melibatkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri serta menjalin komunikasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PBNU berharap inisiatif ini dapat menjadi langkah konkret menuju rekonstruksi Gaza sekaligus membuka jalan bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan dan berkeadilan di Palestina.




