PILIHANRAKYAT.ID, Sragen –Desa Sribit memilki tradisi pasar unik, dimana tradisi pasar ini hanya setahun sekali yaitu siap malam Jumat Wage, pada minggu pertama Bulan Suro, masyarakat sekitar berbondong-bondong ke tanah lapang di pojok desa.
Tempat
itu yang biasanya sepi mendadak ramai oleh masyarakat hingga larut malam
Tradisi ini dikenal dengan Pasar Tambak dan
barang-barang yang diperdagangkan di pasar ini pun cukup menarik, yakni
peralatan dapur, peternakan dan pertanian. Barang-barang yang dijual di pasar
Tambak pada umumnya memiliki nilai “mistis”.
Tak kurang 20 pedagang yang mayoritas warga Dukuh Tambak, turut menjual dagangannya di pasar setahun sekali ini.
“Dengan
cambuk dan pancang yang dibeli dari Pasar Tambak, dipercaya ternak akan sehat
dan punya keturunan banyak. Tapi itu bukan berarti barang lain tidak laku,
karena semua yang dijual diyakini membawa tuah,” ujar Sutarno, warga Dukuh
Tambak yang mengaku berjualan tiap tahun di Pasar Tambak, saat ditemui detikcom
di lokasi, Kamis (5/9/2019).
Tradisi Pasar Tambak sudah ada dari sejak neneng
moyang mereka tapi secara pasti belum dapat dipastikan. Mayarakat disana ada
yang menyakini bahwa pasar ini tak lepas dari seorang pangeran yang kehabisan
bekal dan melakukan transaksi.
“Lalu pangeran tersebut memanggil penduduk dan membeli bahan makanan, jual-beli pun berlangsung hingga timbul pasar. Tradisi ini terus dilestarikan, terutama pada malam Jumat Wage di Bulan Suro. Oleh warga, sekarang tradisi ini ditambah dengan kirab budaya dari balai Desa Sribit hingga Pasar Tambak,” terang tokoh masyarakat Desa Sribit, Sutaryo. (Cipto/PR.ID)




