Daerah  

Keluarga Widi Nur Cahyono Datangi Polsek Beji, Pertanyakan Prosedur Penangkapan hingga Berujung Kematian

PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Keluarga dan warga mendatangi kantor Kepolisian Sektor Beji, Polres Pasuruan, setelah memakamkan Widi Nur Cahyono, 42 tahun, warga Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Mereka meminta penjelasan mengenai prosedur penangkapan Widi yang diduga berujung pada kematiannya.

Warga datang menggunakan sepeda motor dan membawa bendera merah putih serta bendera tanda duka. Massa mendatangi kantor Polsek Beji yang berada di Jalan Raya Beji-Gempol. Kehadiran mereka sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menarik perhatian pengguna jalan.

Perwakilan keluarga kemudian menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada Unit Reskrim Polsek Beji. Mereka mempertanyakan dasar atau bukti yang digunakan kepolisian untuk menuding Widi terlibat judi online. Keluarga juga meminta kepastian mengenai surat tugas penangkapan serta prosedur yang digunakan saat petugas mengamankan Widi.

Baca juga  KH. Zuhri Zaini Tekankan Pentingnya Ilmu, Amal, dan Karakter bagi Mahasiswa Baru UNUJA

“Kami butuh jawaban yang sebenar-benarnya dan jujur. Prosedur hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” kata Aris, salah satu perwakilan massa.

Kapolsek Beji Komisaris Polisi Sukiyanto menemui warga dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dia mengatakan siap bertanggung jawab atas penanganan perkara tersebut di wilayah hukumnya.

Sukiyanto mengatakan tindakan dan dokumen pemeriksaan terkait penanganan Widi kini sedang didalami oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Timur. Menurut dia, pemeriksaan internal juga mencakup dirinya sebagai Kapolsek Beji.

“Saya selaku Kapolsek akan bertanggung jawab di wilayah ini. Saya juga diperiksa oleh Propam. Prosedur hukum dan pemeriksaan internal tetap berjalan,” ujar Sukiyanto.

Baca juga  Gelaran Wisuda SD Diperbolehkan, Asal Tidak Memberatkan Orang Tua

Setelah mendengarkan penjelasan kepolisian, warga membubarkan diri. Namun, mereka menyatakan akan kembali menagih hasil pemeriksaan mengenai prosedur penanganan Widi.

Kematian Widi sebelumnya memicu kekecewaan keluarga dan warga Gunung Gangsir. Widi diduga meninggal setelah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Beji dalam perkara yang dikaitkan dengan dugaan judi online. Pihak keluarga menduga proses penangkapan dan penanganan terhadap Widi tidak dilakukan sesuai prosedur.

Kondisi kesehatan Widi disebut mendadak menurun ketika anggota kepolisian mendatanginya. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada kematian Widi. Dugaan mengenai penyebab kematian dan prosedur penanganannya kini menjadi bagian dari pemeriksaan internal Propam Polda Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *