PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan menggelar Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) di aliran Sungai Kandangjati, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk menjaga kualitas sumber daya air sekaligus mengurangi risiko genangan dan banjir.
Sekitar 130 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di sekitar area PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan. Mereka berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Kraksaan, Kelurahan Kraksaan Wetan, Desa Kebonagung, serta PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan.
Kegiatan diawali dengan seremoni di Pendopo Kecamatan Kraksaan. Peserta kemudian menuju aliran Sungai Kandangjati untuk mengangkat sampah dan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air.
Atribut merah dan putih dikenakan peserta dalam kegiatan tersebut. Selain memberi identitas pada kegiatan, penggunaan warna merah putih juga menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Manager Production and Quality PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan, Yunita Sari Dewi, mengatakan GASS merupakan bagian dari persiapan resertifikasi sekaligus penerapan standar Alliance for Water Stewardship (AWS) yang memasuki tahun kedua.
“Penerapan standar ini tidak hanya kami lakukan di area Plant Kraksaan, tetapi juga kami perluas ke lingkungan sekitar, termasuk di wilayah sekitar tempat kami beroperasi,” kata Yunita dalam seremoni di Pendopo Kecamatan Kraksaan.
Menurut Yunita, sampah menjadi salah satu risiko terkait air di sekitar kawasan Plant Kraksaan. Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembersihan sungai. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, kata dia, juga perlu diperkuat.
“Upaya yang dilakukan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kebersihan sungai, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih,” ujarnya.
Yunita mengatakan pengangkatan sedimen dan sampah juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung sungai dan sistem drainase sehingga risiko banjir dapat ditekan.
Camat Kraksaan Puja Kurniawan mengapresiasi inisiatif PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan yang kembali menggelar kegiatan tersebut bersama para pemangku kepentingan di wilayahnya.
Menurut Puja, GASS bukan sekadar kegiatan mengangkat sampah dan sedimen. Kegiatan itu, kata dia, merupakan bagian dari upaya menjaga air dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Sungai di sekitar kita adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Jika saluran air lancar maka genangan air dan risiko banjir akan pergi,” kata Puja.
Ia menilai keberlanjutan kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah dan pemeliharaan saluran air, menurut dia, harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Melalui GASS, PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan bersama pemerintah dan masyarakat berupaya menjaga kebersihan Sungai Kandangjati sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air dan lingkungan.




