Daerah  

Cuaca Jawa Timur 20 Agustus 2026: Kemarau Dominan, Waspadai Kondisi Kering

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Cuaca di Jawa Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan masih didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Situasi ini sejalan dengan musim kemarau yang semakin meluas di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi cuaca pada periode 18–24 Agustus 2026 secara umum masih relatif kering. Pada dasarian pertama Agustus, sebanyak 535 Zona Musim atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Kondisi kering tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk penguatan fenomena El Niño dan kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. BMKG menyebut kedua fenomena itu berkontribusi terhadap berkurangnya suplai uap air ke sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga  Cuaca Jawa Timur 10 Agustus: Kemarau Dominan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

Untuk Jawa Timur, masyarakat tetap perlu memperhatikan potensi perubahan cuaca lokal. Meski hujan relatif jarang, kondisi atmosfer tertentu masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara sporadis di sejumlah wilayah.

BMKG sebelumnya juga mengingatkan bahwa musim kemarau yang semakin dominan dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Kondisi tersebut terutama perlu diantisipasi di wilayah yang mengalami periode tanpa hujan lebih panjang.

Cuaca yang cenderung kering juga membuat masyarakat perlu mengantisipasi paparan panas dan kondisi udara yang lebih kering. BMKG mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca dan terus memantau informasi prakiraan serta peringatan dini.

Baca juga  Ahmad Ubaidillah Nahkodai FKDT Probolinggo, Janji Perkuat Peran Madrasah Diniyah

BMKG menyediakan pembaruan prakiraan cuaca berdasarkan wilayah hingga tingkat kabupaten dan kecamatan. Informasi tersebut penting dipantau karena prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.

Dengan demikian, cuaca Jawa Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026, secara umum berada dalam nuansa kemarau. Warga tetap perlu mewaspadai dampak kondisi kering, terutama kekurangan air dan meningkatnya risiko kebakaran lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *