PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Batik Tulis Ronggo Mukti di Kelurahan Sidomukti, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengenalkan proses membatik kepada mahasiswa dari Jepang, Malaysia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Rombongan tersebut terdiri atas 19 mahasiswa Jepang, tiga mahasiswa Malaysia, empat mahasiswa ITS, serta dua dosen dari Jepang. Mereka belajar mengenal batik tradisional sekaligus mencoba teknik dasar membatik langsung dari perajin lokal.
Owner Batik Tulis Ronggo Mukti, Mahrus Ali, mengatakan kunjungan mahasiswa asing menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk batik lokal Probolinggo ke lingkungan yang lebih luas.
“Saya berharap semakin banyak masyarakat dari luar daerah maupun luar negeri yang mengenal batik produksi Ronggo Mukti. Dengan semakin luasnya pengenalan tersebut, batik lokal diharapkan memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Mahrus dalam keterangannya di Probolinggo, Minggu, 6 September 2026.
Para mahasiswa tidak hanya mendapat penjelasan mengenai batik. Mereka juga mempraktikkan teknik dasar membatik dan mencoba menuangkan kreativitas melalui pembuatan motif pada media kaos.
Bagi mahasiswa Jepang dan Malaysia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami batik secara langsung. Mereka dapat melihat proses yang membutuhkan ketelitian sekaligus berinteraksi dengan perajin lokal.
Salah satu peserta asal Jepang, Minami, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari wisata sekaligus edukasi budaya. Para mahasiswa mendapat kesempatan mengenal pelaku usaha batik dan mencoba sendiri proses pembuatan motif.
Dua dosen asal Jepang yang mendampingi rombongan turut memberikan apresiasi terhadap upaya Mahrus Ali dalam mempertahankan dan mengembangkan batik tradisional.
Mahrus berharap kunjungan tersebut menjadi pintu bagi Batik Tulis Ronggo Mukti untuk semakin dikenal di tingkat internasional. Menurut dia, pengenalan yang lebih luas dapat mendorong perkembangan produksi dan pemasaran sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya dengan adanya kunjungan mahasiswa dari luar negeri ini Batik Tulis Ronggo Mukti semakin mendunia sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa batik lokal tidak hanya dapat diposisikan sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari wisata edukasi dan budaya.
Pertemuan mahasiswa internasional dengan perajin menjadi ruang pertukaran pengetahuan. Mahasiswa mengenal salah satu warisan budaya Indonesia, sedangkan perajin memperoleh kesempatan memperkenalkan produk dan tradisi batik Probolinggo kepada generasi muda dari berbagai negara.




