PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mendorong kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa lebih jeli melihat potensi ekonomi di wilayah masing-masing. Menurut dia, pemberdayaan ekonomi keluarga tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga membutuhkan kemampuan mengelola potensi lokal menjadi peluang bernilai ekonomi.
Pesan itu disampaikan Ning Marisa saat membuka Seminar Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Koperasi PKK di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu, 16 September 2026. Seminar yang digelar Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo tersebut diikuti 397 anggota TP PKK dari tingkat kecamatan hingga desa.
Ning Marisa mengatakan PKK pada dasarnya merupakan wadah pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan pemberdayaan ekonomi harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat, salah satunya melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.
“PKK ini adalah tempat kita mengabdi kepada masyarakat, bukan tempat untuk mencari penghasilan,” kata Ning Marisa.
Ia menilai keberadaan produk unggulan yang dipamerkan dalam seminar menunjukkan besarnya potensi ekonomi di Kabupaten Probolinggo. Sejumlah produk UMKM binaan TP PKK desa dan kecamatan bahkan dibeli peserta kegiatan.
Menurut Ning Marisa, potensi ekonomi daerah tidak hanya berasal dari produk UMKM. Sektor wisata dan berbagai kekayaan lokal di desa juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara tepat.
“Saya berharap ibu-ibu yang hadir hari ini mendapatkan banyak ilmu dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga. Potensi-potensi produk unggulan dan wisata kita juga harus bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.
Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo Ninuk Fris Yulius mengatakan seminar tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan kader mengenai pemberdayaan ekonomi keluarga melalui koperasi. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai cara mengembangkan potensi di wilayah masing-masing.
“Kita ingin peserta mampu melihat potensi yang ada di wilayahnya masing-masing dan mengembangkannya, baik dalam bentuk produk, wisata maupun potensi lainnya,” kata Ninuk.
Seminar menghadirkan narasumber dari Pokja II TP PKK Provinsi Jawa Timur, Auliya Dikmah dan Ollan Hardlan. Pengalaman pengelolaan UP2K juga dibagikan Ketua TP PKK Kecamatan Tegalsiwalan sebagai salah satu contoh pengembangan usaha berbasis potensi wilayah.
Ninuk berharap pengalaman tersebut dapat ditiru dan dikembangkan oleh kader di kecamatan serta desa lain. Menurut dia, penguatan koperasi dan UP2K dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis potensi desa.




