Gus Ipul Siapkan Somasi untuk Tiga Orang yang Persoalkan Muktamar NU

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyiapkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai terus menyebarkan tudingan terkait penyelenggaraan Muktamar NU melalui media sosial.

Sebagai tahap awal, Gus Ipul mengatakan ada tiga orang yang akan dilayangkan somasi. Mereka diminta membuktikan pernyataan yang telah disampaikan kepada publik. Jika tidak dapat memberikan bukti, Gus Ipul menyatakan persoalan tersebut akan dilanjutkan melalui jalur hukum.

“Ada tiga orang yang akan kita somasi. Mereka akan kita minta untuk membuktikan apa yang sudah mereka ucapkan. Kalau tidak bisa membuktikan, tentu akan kita teruskan melalui jalur hukum,” kata Gus Ipul, Selasa, 22 September 2026.

Gus Ipul mengatakan langkah tersebut bukan ditujukan untuk membungkam kritik atau perbedaan pendapat di internal NU. Menurut dia, setiap tudingan yang disampaikan di ruang publik harus disertai bukti dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita mencatat, kita mencermati semua pendapat yang diberikan oleh kader-kader NU di media sosial. Tentu setiap yang disampaikan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Baca juga  Mahasiswa Dukung Omnibus Law Untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Pernyataan itu disampaikan setelah Gus Ipul berdiskusi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin. Pertemuan tersebut membahas kondisi NU setelah pelaksanaan Muktamar.

Gus Ipul menegaskan Muktamar telah berlangsung secara terbuka dan demokratis. Ia menyebut keputusan yang dihasilkan merupakan mandat langsung dari peserta forum.

“Muktamar sudah selesai. Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat. Perdebatan terjadi di sana. Pilihannya demokratis, merupakan titipan langsung dari peserta Muktamar. Tidak ada titipan dari mana pun,” kata dia.

Karena itu, Gus Ipul menyayangkan perdebatan mengenai Muktamar masih berlanjut di media sosial. Ia menilai kritik tetap merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi harus dibarengi tanggung jawab atas informasi yang disampaikan.

“Kalau seseorang menyampaikan tudingan, silakan dibuktikan. Jangan hanya melempar pernyataan ke ruang publik kemudian merasa tidak memiliki tanggung jawab,” ujarnya.

Baca juga  Merebutkan Kambing Di Mahdi Cup.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin juga meminta seluruh kader dan warga NU menghentikan polemik setelah Muktamar berakhir. Addin mengatakan seluruh tahapan Muktamar telah memiliki legitimasi.

“Muktamar sudah selesai. Semua proses dari A sampai Z sudah punya legitimasi penuh. Karena itu saya mengimbau seluruh sahabat dan warga NU, mari kita sudahi perdebatan soal Muktamar,” kata Addin.

Menurut Addin, perbedaan selama Muktamar semestinya berakhir setelah forum mengambil keputusan. Setelah itu, seluruh elemen NU memiliki tanggung jawab menjaga marwah organisasi dan kembali berkhidmat kepada masyarakat.

“Jangan biarkan perpecahan internal menjadi tontonan banyak pihak. Jika kita masih merasa menjadi bagian dari NU, mari jaga martabat jam’iyyah ini bersama-sama,” ujarnya.

Gus Ipul mengapresiasi sikap tersebut. Ia menekankan pentingnya rekonsiliasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keputusan organisasi setelah Muktamar.

“Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat. Sekarang waktunya kembali berkhidmat. NU saklawase,” kata Gus Ipul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *