Daerah  

Pemkot Probolinggo Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial, Siapkan 300 CCTV

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat pemetaan potensi konflik sosial sebagai langkah pencegahan. Pemerintah daerah menggandeng aparat keamanan, penegak hukum, dan masyarakat untuk mendeteksi persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengatakan kondisi kota saat ini masih kondusif. Hal itu, menurut dia, tidak terlepas dari sinergi berbagai unsur masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Command Center, Kamis, 25 September.

“Alhamdulillah kondisi di Kota Probolinggo dalam keadaan kondusif. Kegiatan kita sering dilakukan, hasil sinergi dan kolaborasi semua komponen masyarakat,” kata Aminuddin.

Meski kondusif, Aminuddin meminta sejumlah momentum dan program strategis tetap dipetakan karena berpotensi memunculkan persoalan apabila tidak dikomunikasikan dengan baik. Pemerintah, kata dia, juga akan memperluas pengawasan melalui penambahan 300 kamera CCTV dan 60 penerangan jalan umum (PJU) melalui perubahan anggaran.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu perhatian. Aminuddin mengatakan sejauh ini belum ada persoalan yang mengkhawatirkan. Namun, pemerintah terus berkomunikasi dengan pengelola dapur MBG, terutama mengenai keamanan pangan dan pengelolaan limbah.

Baca juga  Jokowi Menepati Janji Untuk Mengajak Anak-Anak Papua Ke Istana, Jokowi; Saya Terus Melayani Kemauan Anak Papua

Ia meminta sekolah penerima manfaat memeriksa makanan sebelum dibagikan kepada siswa. “Kita memerintahkan guru-guru penerima manfaat untuk mengecek, kalau basi harus ditolak,” ujarnya.

Potensi kerawanan juga dipantau dari perubahan data desil yang dapat mempengaruhi penerima bantuan sosial maupun beasiswa. Dinas Sosial bersama instansi terkait melakukan verifikasi lapangan untuk mengantisipasi kesalahan data, baik warga yang seharusnya menerima tetapi terlewat maupun yang tercatat sebagai penerima namun tidak memenuhi kriteria.

Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusli mengatakan jumlah kejadian yang masuk ke kepolisian pada Agustus-September mengalami penurunan. Kendati demikian, narkotika dan kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi perhatian. Polisi juga mengantisipasi kebakaran, sound horeg, balap liar, ODGJ, pencurian, hingga pencurian hewan. Hingga rapat berlangsung, empat kejadian kebakaran tercatat pada September.

Ketua Pengadilan Negeri Probolinggo Erwin Ardian menyatakan kondisi kota berdasarkan perkara yang ditangani masih cukup kondusif. PN tetap menangani sengketa lahan dan tindak kejahatan sesuai ketentuan hukum dengan mempertimbangkan keadilan, efek jera, dan pemulihan melalui pendekatan restorative justice.

Baca juga  DPRD Jatim Disorot, Tunjangan Rumah Capai Rp 57 Juta per Bulan

Sementara itu, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) melakukan deteksi dini secara rutin di tingkat kelurahan. Ketua FKDM Nur Fathur Rachman Efendi mengatakan kegiatan tersebut dilakukan setiap Rabu. Informasi dari masyarakat dikoordinasikan melalui lurah untuk kemudian ditindaklanjuti bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo.

Selain keamanan, pemerintah memetakan agenda pembangunan seperti pengembangan fasilitas olahraga di Kedungasem dan validasi 11 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program lingkungan Asri yang berjalan seiring dengan Probolinggo Bersolek juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah, terutama dalam penghijauan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Rakor tersebut dihadiri Ketua PN Probolinggo, Wakapolres Probolinggo Kota, perwakilan Kodim 0820, Kejaksaan Negeri, Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, serta FKDM. Pemkot menegaskan deteksi dini, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kondusivitas agar potensi persoalan tidak berkembang menjadi konflik sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *