Penyair atau Bukan Diundang Ikut Antologi Puisi Dari Negeri Poci 9

"Dari Negeri Poci, adalah serial antologi puisi yang diterbitkan sejak tahun 1993, yang menghimpun karya penyair lintas generasi, lintas gender, dan lintas genre. Dari Negeri Poci mencoba memotret kiprah kreativitas kepenyairan Indonesia. Rencana antologi Pesisiran adalah seri kesembilan

PILIHANRAKYAT.ID, POLANDIA – Antologi Puisi Dari Negeri Poci telah memasuki edisi yang kesembilan. Kali ini dengan taju “Pesisiran”, Komunitas Radja Kecil Jakarta/Dari Negeri Poci kembali mengundang para penyair Indonesia (termasuk yang bukan penyair dan alumnus Dari Negeri Poci di mana pun) untuk ikut berpartisipasi dalam antologi Dari Negeri Poci 9: Pesisiran ini.

Pihak penyelenggara, dalam undangan publiknya menjelaskan kenapa tema pada event kesembilan ini mengambil tema “Pesisiran”. “Pantai adalah bagian daratan yang terdekat dengan laut. Perbatasan dataran dengan laut seolah-olah membentuk suatu garis yang disebut garis pantai. Keadaan dan bentuk pantai berbeda pada setiap tempat,” tulis Yayasan Negeri Poci dalam maklumatnya di Jakarta, 24 Juni 2018 lalu.

Event Lainnya:

  1. Festival Puncak Papua, Seyembara Puisi Bertajuk “Papua: Cinta dari Timur”
  2. Lomba Cerpen Nasional Gratis Bertajuk Bhinneka Tunggal Ika 
  3. Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI Mengundang Para Sastrawan di Kawasan Nusantara

 Pesisir, lanjutnya, adalah bagian permukaan bumi yang terletak antara pasang naik dan pasang surut. Pada waktu pasang naik, pesisir tertutup oleh air laut dan pada waktu surut nampak berupa daratan. oleh karena itu pesisir sama panjangnya dengan pantai.

Merujuk pada muasal arti, definisi atau pengertian “pesisir” adalah sebagai berikut:

pesisir/pe.si.sir/n tanah datar berpasir di pantai (di tepi laut);

— basah: daerah antara garis pantai waktu (air) laut surut dan pantai waktu (air) laut pasang;

Baca juga  238 WNI Dievakuasi Dari Provinsi Hubei, Jokowi; Menteri Kesehatan Berkantor Sementara di Natuna

— kering: daerah antara garis pantai waktu (air) laut pasang dan garis pantai tertinggi yang dapat dicapai oleh (air) laut pada waktu topan melanda

“Dari Negeri Poci, adalah serial antologi puisi yang diterbitkan sejak tahun 1993, yang menghimpun karya penyair lintas generasi, lintas gender, dan lintas genre. Dari Negeri Poci mencoba memotret kiprah kreativitas kepenyairan Indonesia. Rencana antologi Pesisiran adalah seri kesembilan,” jelas Yayasan Negeri Poci.

Adapun Persyaratan umum antara lain:

  • Terbuka bagi siapa saja—baik penyair atau pun bukan penyair—segala umur, baik pria maupun perempuan, berdomisili di mana saja.
  • Karya sebanyak 8 (delapan) puisi, beserta foto dan biodata terbaru (paling banyak 9 baris), alamat, e-mail, dan nomor telepon. Ditulis dalam satu lembaran/scroll.
  • Di setiap puisi, ditulis nama penyair di atas masing-masing judul puisi (ditulis dalam huruf besar).
  • Salah satu puisi bertema pesisiran. Tujuh puisi lainnya bertema bebas.
  • Panjang setiap puisi maksimal 40 baris, tidak bersambung ke halaman lain. Jadi cukup termuat masing-masing puisi satu halaman dalam buku.
  • Puisi harus karya terbaru tahun 2017 – 2018 dan tidak/belum pernah dimuat dalam buku, media sosial/massa mana pun, atau termuat dalam antologi sebelumnya.
  • Puisi tidak sedang dikirimkan ke redaksi koran lainnya, tidak sedang diikutkan lomba, antologi puisi atau penerbitan lainnya.
  • Karya orisinal dan bukan hasil plagiasi atau anasir plagiarisme.
  • Silakan kirim karya Anda, ke email: [email protected], mulai 1 Juli 2018 dan paling lambat sudah harus diterima pada 31 Desember 2018, pukul 24.00. Detik-detik Tahun Baru 2019.
Baca juga  Akhirnya Yusuf Oebelet Dan Cita Citata Berdamai, Ini Alasannya

Ketentuan lainnya:

  • Puisi-puisi yang dikirim hendaknya T-3 (terbaru, terkini, terbaik).
  • Puisi yang dikirimkan tidak memenuhi kriteria di atas, tidak akan diperhatikan atau dipertimbangkan pemuatannya.
  • Puisi-puisi yang masuk akan diseleksi oleh tim kurator/editor yang ditunjuk.
  • Tidak ada pungutan uang seripis pun bagi keikut-sertaan dalam antologi ini, termasuk bagi mereka yang puisinya terpilih.
  • Mengingat penerbitan buku ini tidak untuk keperluan komersial, para penyair yang karyanya dimuat, tidak memperoleh honorarium/royalti.
  • Setiap penyair yang karyanya terpilih dan dimuat akan mendapat 1 (satu) eks. buku sebagai nomor bukti.
  • Antologi “Pesisiran” akan diberikan kepada setiap penyair yang hadir pada acara peluncuran dalam “Tamasya Pesisiran”, bulan Mei 2019 di Kota Tegal, Jawa Tengah.
  • Bagi penyair yang tidak hadir, nomor bukti akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi Pos Indonesia, Tiki, atau JNE dengan mengganti ongkos pengiriman buku + administrasi.
  • Tidak diadakan surat-menyurat, sms, WA atau pun kontak lainnya

Salam sehat menyisir pesisir!

Jakarta, 24 Juni 2018

Yayasan Negeri Poci

Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto
Dr. Handrawan Nadesul
Adri Darmadji Woko
Kurniawan Junaedhie

Baca Juga: Sastrawan Nusantara Diundang Ikuti Event Erupsi Sastra Nusantara 2019

Pewarta: Mursyidul Umam
Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *