Daerah  

BA Probolinggo Siap Wujudkan Koperasi Desa Merah Putih Mandiri di Jawa Timur

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya – Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Business Assistant (BA) dan Project Manager Officer (PMO) selama lima hari di Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pendamping koperasi dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pendamping dalam mendukung program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) — inisiatif nasional yang menargetkan terbentuknya koperasi desa tangguh dan berdaya saing.

Berbagai materi strategis disampaikan kepada peserta, mulai dari pengelolaan aplikasi Simkopdes, penyusunan proposal usaha koperasi, hingga penyusunan Rencana Pendapatan dan Anggaran Belanja Koperasi (RPABK). Selain itu, peserta juga mendapat pembekalan terkait pembukuan dasar dan analisis laporan keuangan koperasi.

Baca juga  PB IKA PMII: Reformasi Kepolisian Harus Menyeluruh, Jangan Setengah-setengah

Dari Kabupaten Probolinggo, sebanyak 33 Business Assistant dan 2 Project Manager Officer hadir dalam pelatihan ini. Mereka menyatakan siap mendukung pelaksanaan program KDKMP sebagaimana arahan Wakil Bupati Probolinggo, Rafahmi Ahz, yang menekankan pentingnya pendataan aset desa sebagai langkah awal pembangunan Gerai KDKMP di wilayahnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SDM sebagai fondasi penguatan koperasi.

“Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas pendamping di lapangan. Dengan sumber daya manusia yang unggul, koperasi akan menjadi pilar utama ekonomi daerah yang mandiri dan tangguh,” ujarnya.

Sementara itu, Jamharir, Project Manager Officer (PMO) Kabupaten Probolinggo, menilai pelatihan ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi dan arah kerja pendamping.

Baca juga  Piaggio Perbarui Jajaran Motor 2026, Fokus Teknologi dan Kenyamanan

“Materinya sangat relevan dan aplikatif. Kami jadi lebih siap mendampingi koperasi desa, terutama dalam pengelolaan keuangan dan sinergi lintas sektor,” katanya.

Hal senada diungkapkan Edi Irgi, salah satu Business Assistant dari Probolinggo.

“Kami siap menerapkan seluruh ilmu yang diperoleh. Kolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, dan sektor swasta akan jadi kunci membangun koperasi yang produktif dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya optimistis.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, para peserta — khususnya dari Kabupaten Probolinggo — diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi koperasi desa menuju sistem ekonomi kerakyatan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *