PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda menyatakan potensi asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dari Kalimantan menuju Jawa Timur tergolong rendah hingga Sabtu sore, 26 September 2026.
Prakirawan BMKG Juanda Restina mengatakan arah pergerakan asap dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah cenderung menuju barat daya, barat, dan barat laut. Pola tersebut membuat asap belum mengarah ke Jawa Timur.
“Potensi asap menuju Jatim hingga malam hari tergolong rendah,” kata Restina, Sabtu (26/09/2026).
Menurut Restina, arah dan kecepatan angin menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan asap karhutla. Asap dari sejumlah wilayah Kalimantan memang sempat memasuki kawasan Laut Jawa, tetapi belum menunjukkan kecenderungan bergerak ke Jawa Timur.
BMKG Juanda terus memantau dinamika atmosfer, termasuk arah dan kecepatan angin di wilayah sumber kebakaran. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi perubahan pola angin yang dapat membawa asap ke Jawa Timur.
“Kami terus memantau pergerakan asap tersebut untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan arah sebaran yang berpotensi memengaruhi wilayah Jawa Timur,” ujar Restina.
Meski potensi asap menuju Jawa Timur rendah, dampak karhutla Kalimantan telah mengganggu sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Manajemen bandara mencatat dua penerbangan dibatalkan dan dua lainnya mengalami penundaan pada Sabtu.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan dua penerbangan yang dibatalkan adalah Nam Air IN242 rute Surabaya-Sampit dan IN243 rute Sampit-Surabaya. Adapun penerbangan Super Airjet IU640 rute Surabaya-Samarinda dan IU641 rute Samarinda-Surabaya mengalami penundaan.
Manajemen Bandara Internasional Juanda terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau kondisi penerbangan dan memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan.




