PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Majlis Mujadalah Kiai Kampung (MKK) akhirnya bertatap muka dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kamis, 4 September 2025. Pertemuan berlangsung hampir dua jam di ruang kerja Ketua DPR, Puan Maharani, yang didampingi Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Suasana disebut cair dan penuh keterbukaan.
“Kami diberi ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi kepentingan masyarakat yang kami wakili, yakni para kiai kampung di berbagai daerah,” ujar pengurus MKK, Prof. R. Siti Zuhro, seusai pertemuan.
Siti Zuhro menekankan perlunya DPR meninggalkan watak elitis dan lebih membuka diri pada komunikasi dua arah dengan rakyat. Ia menyinggung kebijakan-kebijakan yang dianggap berlebihan, seperti kompensasi rumah anggota dewan dan kunjungan luar negeri, yang menurutnya sudah semestinya dihentikan.
“DPR tidak boleh lagi elitis. Harus partisipatif, mau mendengarkan, dan memberi jawaban konkret,” katanya.
MKK menyoroti kesenjangan sosial, kemiskinan, dan stunting yang hingga kini belum terjawab dengan serius. Mereka menegaskan kembali pentingnya Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.
“Pasal 33 harus dikawal ketat. Bukan sekadar narasi, tapi diwujudkan dalam solusi nyata,” ujar Siti Zuhro.
Dalam pertemuan itu, DPR juga dituntut memperkuat fungsi pengawasan, menyediakan akses informasi publik melalui PPID yang fungsional, serta memperbaiki pola komunikasi politik. Menurut MKK, hanya masyarakat yang terinformasi yang bisa berpartisipasi penuh dalam demokrasi.
Puan Maharani menanggapi usulan itu dengan istilah baru: transformasi DPR. “Beliau menyebut bukan reformasi, tapi transformasi. Transformasi berarti memperluas komunikasi langsung dengan masyarakat, termasuk lewat badan komunikasi,” kata Siti Zuhro.
Respons Puan disambut positif. MKK menilai ini langkah maju dan berjanji terus mengawal janji transformasi DPR agar tak berhenti sebagai seremoni. “Kami akan memastikan janji itu sampai ke rakyat di aras kampung, bukan hanya berhenti di ruang rapat Senayan,” ucap Siti Zuhro.




