Digitalisasi UMKM, Bakti Kominfo dan Komisi I DPR RI Gelar Webinar

PILIHANRAKYAT .ID, MOJOKERTO– Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaksanakan seminar merajut nusantara bertemakan “Pemanfaatan TIK sebagai media Edukasi Bisnis dan Pendidikan Politik” yang diisi Dr. A. Muhaimin Iskandar, M.Si Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Ismail Cawidu,M.Si Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Hj Ayni Zuroh SE,MM selaku ketua DPRD kabupaten Mojokerto.

Pada webinar yang menyasar segmen ASN, siswa, dan masyarakat umum. Webiner ini sukses dihadiri sekitar 200 peserta melalui virtual zoom. Acara di dilaksanakan di hotel Raden Wijaya Mojokerto pada Rabu, 7 April 2021 jam 13.00-15.00 WIB.

Digitalisasi di satu sisi memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia sehari-hari apabila sudah didukung dengan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi serta sudah terhubung dengan jaringan internet.

Era digital menuntut kita semua untuk serba Go-digital termasuk dalam aspek Pendidikan. Namun, masih banyak Sekolah Dasar yang berlokasi di wilayah blank area dan belum terpapar jaringan maupun sinyal internet, sedangkan selama pandemi Covid-19 ini pemerintah sedang gencarnya mendorong sekolah harus meningkatkan metode pembelajaran Belajar Dari Rumah (BDR) dan dengan meningkatkan sistem digital.

Baca juga  Transformasi Digital, Anak-Anak Jangan Diasuh Media Sosial

“literasi digital merupakan kunci dan fondasi utama yang harus dimiliki dalam menghadapi kemajuan teknologi yang sangat cepat, oleh karena itu, harus mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan keterampilan digital yang sesuai,” kata Muhaimin Iskandar.

Teknologi informasi saat pandemi Covid-19 ini semakin di manfaatkan, terutama Kominfo ini semakin gencar dalam mensosialisasikan dan membantu masyarakat melalui BAKTI untuk memberikan akses internet. Kominfo melalui program BAKTI Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi akan menyediakan infrastruktur di daerah yang belum ada akses internet nya.

Ismail Cawidu Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus sebagai penggiat Digitalisasi UMKM mengingatkan bahwa digitalisasi bisa di jadikan untuk mengembangkan brand lokal.

“Kemenkominfo berperan dalam mendorong digitalisasi pada semua sektor ekonomi, bisnis dan transformasi pemerintahan, serta mendorong akselarasi SDM talent digital, ungkapnya

Baca juga  DPC K-Sarbumusi Probolinggo Kecam Upah Murah PT Klaseman: “Ini Bentuk Perbudakan Modern”

Lebih lanjut mengatakan bahwa Perkembangan ekonomi digital,Di Indonesia ada 59 juta UMKM dan hanya 7,7 % yang berjualan secara online di platform e commerce.Kenapa harus bisnis online? Menjangkau pasar yang luas, tidak harus ada lokasi, memangkas biaya, potensi pendapatan tidak terbatas.Tahapan UMKM Online yakni On boarding, active selling, scale up business, go internasional.

Sementara pemateri terakhir Hj Ayni Zuroh SE,MM menyampaikan bahwa berpendapat bahwa ada yang namanya ujaran kebencian (hate speech). Ujaran-ujaran melalui forum-forum dan media sosial yang isinya hujatan, hinaan dan provokasi bersumber dari hoax.

“Setelah menjadi benci akibat terpapar hoax dan ujaran kebencian di media sosial, menurutnya seseorang akan cenderung bersikap intoleran, rasis, radikalis, hingga merasa benar sendiri. Akibatnya, apabila mendapati orang atau pihak yang tidak sepaham, dianggapnya sebagai lawan yang harus diserang atau dimusnahkan,” tandasnya.

Ia pun mengajak agar masyarakat tidak mengikuti berita ataupun ujaran kebencian di media sosial, tandasnya.

(RED/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *