Daerah  

Dindik Jatim Perketat Pengawasan Usai Anak Terpapar Ideologi Kekerasan

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah setelah terungkap adanya paparan ideologi kekerasan ekstrem pada anak. Temuan tersebut diungkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang mencatat puluhan anak di Indonesia terpapar konten bermuatan kekerasan melalui ruang digital.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pengawasan perlu diperketat karena anak-anak saat ini hidup di era digital yang sangat terbuka. “Tanpa pendampingan yang kuat, anak bisa dengan mudah mengakses konten yang berbahaya dan menyesatkan,” kata Aries, Jumat, 9 Januari 2026.

Berdasarkan data Densus 88, sekitar 70 anak di Indonesia terindikasi terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Dari jumlah tersebut, 11 anak diketahui berasal dari Jawa Timur dengan rentang usia 11 hingga 18 tahun. Paparan itu diduga berasal dari kanal digital berkedok komunitas true crime.

Baca juga  Pancasila Harus Selalu Menjadi Jangkar Pemersatu, Ini Alasannya

Aries menyebut Dindik Jatim akan meningkatkan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. Upaya tersebut mencakup penguatan literasi digital reflektif, optimalisasi peran guru bimbingan konseling, serta pendampingan psikososial bagi siswa yang terindikasi mengalami perubahan perilaku.

Selain itu, Dindik Jatim mendorong keterlibatan orang tua untuk aktif memantau aktivitas digital anak. Menurut Aries, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci pencegahan agar anak tidak terjerumus pada paham kekerasan sejak dini.

Baca juga  Polsek Mayangan Tangkap Penipu Ikan, Korban Rugi Rp110 Juta

“Pencegahan harus dilakukan dari hulu. Jangan sampai sekolah kecolongan karena kurangnya pengawasan dan komunikasi,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *