Daerah  

Study Wisata dan Ziarah Religi, MTs Sunan Kalijaga Padukan Edukasi dan Penguatan Karakter Siswa

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Kalijaga Banyuanyar Tengah menggelar kegiatan study wisata dan ziarah religi pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa dengan pendampingan guru sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas.

Rombongan memulai perjalanan dengan berziarah ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, lokasi makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Di tempat ini, siswa diajak mendoakan sekaligus mengenal nilai-nilai perjuangan, pemikiran keislaman, dan kebangsaan tokoh nasional tersebut.

Usai dari Tebuireng, kegiatan dilanjutkan ke Kebun Binatang Surabaya. Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung tentang keanekaragaman satwa, ekosistem, serta pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup melalui pendekatan edukatif dan rekreatif.

Baca juga  BMKG Jatim Peringatkan Cuaca Ekstrem di Tapal Kuda dan Mataraman

Perjalanan kemudian ditutup dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel, Surabaya. Kegiatan ini menjadi media penguatan pemahaman sejarah Islam sekaligus penanaman nilai keteladanan Wali Songo dalam proses dakwah dan kehidupan bermasyarakat.

Kepala MTs Sunan Kalijaga, Syafa’at, mengatakan kegiatan study wisata dan ziarah religi merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa. Menurut dia, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun aspek intelektual, spiritual, dan sosial siswa secara seimbang. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga meneladani nilai-nilai luhur para tokoh bangsa dan ulama,” kata Syafa’at.

Baca juga  Prabowo Bicara Perang, Dahnil Anzar; Indonesia Harus Siap Dengan Segala Kemungkinan

Guru pendamping, Ainul Yakin, menambahkan bahwa kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para siswa. Ia menilai siswa menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Siswa aktif bertanya, disiplin, dan mampu mengikuti arahan dengan baik di setiap lokasi,” ujarnya.

Pihak madrasah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana penguatan karakter religius, kedisiplinan, serta kepedulian sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *