PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang siswa SDN Kanigaran 6 menggegerkan Kota Probolinggo. Insiden yang terjadi pada Senin siang, 8 September 2025, itu membuat banyak orang tua murid waswas.
Kepolisian Resor Probolinggo Kota segera melakukan penyelidikan. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sudah memeriksa korban, RF, siswa kelas enam, yang berhasil lolos setelah menggigit tangan pelaku. Polisi masih menelusuri keberadaan tiga pria yang disebut sempat menghadang bocah itu dengan dua sepeda motor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romla, mengaku telah mengirimkan surat edaran ke semua sekolah dasar dan menengah. “Kami meminta kepala sekolah memperketat pengawasan terhadap siswa, terutama pada jam belajar, istirahat, dan saat kepulangan,” ujarnya, Rabu 10 September 2025.
Dalam edaran itu, Disdikbud meminta sekolah lebih waspada terhadap akses keluar-masuk lingkungan belajar. Orang tua diimbau menjemput anak langsung atau memberikan kuasa resmi kepada pihak yang benar-benar dipercaya. “Kami juga mendorong sekolah memberi edukasi agar anak tidak mudah percaya pada orang asing,” kata Siti.
Surat edaran berisi delapan poin itu menekankan kewajiban sekolah segera melaporkan setiap percobaan penipuan maupun penculikan ke Disdikbud dan kepolisian. Kronologi kejadian diminta disiapkan untuk memudahkan penanganan.
Meski polisi meminta warga tidak panik, suasana hati orang tua masih diliputi kecemasan. Di beberapa sekolah, gerbang kini dijaga lebih ketat. Jalan pulang dari kelas pun bukan lagi sekadar perjalanan rutin, melainkan ruang penuh kewaspadaan.




