PIPIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini tak hanya digerakkan pemerintah, tapi juga organisasi kepemudaan yang peduli pada sektor pertanian. Salah satunya dilakukan Garda Bangsa, badan otonom (Banom) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menanam edamame di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Tanaman edamame yang mulai ditanam beberapa bulan lalu itu akhirnya dipanen pada Sabtu (8/11/2025). Hasilnya menggembirakan. Lahan di lereng Argopuro yang sebelumnya hanya ditanami sayuran kini menghasilkan kedelai Jepang dengan nilai ekonomi tinggi.
Ketua Garda Bangsa, Badrul Kamal, mengatakan bahwa penanaman edamame ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Ketahanan Pangan untuk memperkuat produksi pangan lokal. “Program ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Badrul, kegiatan tersebut melibatkan banyak warga, terutama ibu rumah tangga, dalam proses penanaman hingga panen. “Kami ingin masyarakat desa menjadi pelaku utama dalam membangun kemandirian pangan,” tambahnya.
Badrul juga menyoroti potensi besar edamame sebagai komoditas ekspor. Ia menyebut keberhasilan PT Mitratani 27 Jember yang telah mengekspor edamame ke berbagai negara sebagai contoh nyata bahwa produk pertanian lokal mampu bersaing di pasar global. “Mitratani 27 sudah membuktikan bahwa edamame dari Jawa Timur bisa menembus pasar Jepang, Korea, hingga Eropa. Ini bukti bahwa jika dikelola serius, hasil pertanian kita punya nilai jual tinggi,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan penanaman edamame di Watupanjang menjadi langkah awal bagi pengembangan komoditas ekspor baru dari wilayah Probolinggo. “Garda Bangsa berkomitmen untuk terus mendorong gerakan ekonomi hijau berbasis pertanian produktif,” kata Badrul.




