Daerah  

Gus Faiz Kembali Pimpin Hebitren Jawa Timur, Bidik Konsolidasi 6.800 Pesantren

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Gus Faiz dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Hebitren Jawa Timur. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah atau Muswil I Hebitren Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya, Rabu, 24 September 2026.

Muswil tersebut mengusung tema “Konsolidasi Santri dan Sinergi Bisnis Pesantren sebagai Penguatan Ekonomi Umat di Jawa Timur”. Forum ini diikuti pengurus Dewan Pimpinan Daerah Hebitren dari berbagai kabupaten dan kota, Dewan Pembina, serta perwakilan pondok pesantren.

Selain memilih ketua, peserta Muswil membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi program, dan rancangan kerja periode mendatang. Pemilihan berlangsung melalui musyawarah mufakat sebelum peserta kembali memberikan amanah kepada Gus Faiz.

Gus Faiz mengatakan jabatan tersebut bukan kemenangan pribadi. Menurut dia, kepemimpinan Hebitren Jawa Timur merupakan tanggung jawab bersama untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

“Terima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Ini bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan bersama seluruh santri,” kata Gus Faiz.

Baca juga  DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026

Ia menyebut Jawa Timur memiliki sekitar 6.800 pesantren yang dapat menjadi kekuatan ekonomi umat. Potensi tersebut, kata dia, membutuhkan konsolidasi agar tidak berkembang secara terpisah di masing-masing pesantren.

“Ke depan, tugas kita bukan lagi berjalan sendiri-sendiri. Jatim punya 6.800 pesantren, ini kekuatan besar,” ujarnya.

Gus Faiz mengatakan salah satu agenda utama kepengurusan berikutnya adalah menuntaskan konsolidasi DPD Hebitren di Jawa Timur. Selain itu, organisasi akan mendorong pembangunan katalog digital produk pesantren untuk memperluas pemasaran produk usaha santri.

“Kita akan tuntaskan konsolidasi DPD, kita bangun katalog digital produk pesantren, dan kita wujudkan pesantren berdaulat, santri digital, guru sejahtera,” katanya.

Dalam kepengurusan sebelumnya, Hebitren Jawa Timur mendorong pengembangan koperasi pondok pesantren, UMKM santri, serta jejaring kemitraan dengan sejumlah lembaga. Kerja sama antara lain dibangun dengan BUMN, Bank Indonesia, dan sektor swasta.

Baca juga  Hebat! Mahfud MD Dan Habib Luthfi Rencana Ingin Mambangun Kerukunan Antar Bangsa

Menurut Gus Faiz, penguatan ekosistem bisnis pesantren membutuhkan pola kerja yang terintegrasi. Pesantren, koperasi, UMKM santri, dan jaringan usaha perlu ditempatkan dalam satu ekosistem agar peluang pasar dan kemitraan dapat dimanfaatkan secara bersama.

Muswil I juga menempatkan digitalisasi sebagai salah satu agenda penting. Katalog digital produk pesantren ditargetkan menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk yang dihasilkan pesantren dan pelaku UMKM santri.

Konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan lain yang akan dihadapi kepengurusan baru. Penguatan jaringan DPD di berbagai daerah diharapkan membuka ruang kerja sama, pertukaran informasi, serta pengembangan usaha antarpesantren.

Terpilihnya kembali Gus Faiz menandai keberlanjutan agenda Hebitren Jawa Timur dalam memperkuat ekonomi pesantren. Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai rencana tersebut diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret dan memberi dampak bagi pesantren, santri, guru, serta masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *