News  

Gus Kaisar Ajak Mahasiswa UNU Yogyakarta Menjadi Pelopor Ideologi Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

PILIHANRAKYAT.ID, Sleman-Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah atau yang akrab disapa Gus Kaisar, hadir di tengah ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di main hall lantai 5 Kampus UNU Yogyakarta, Jalan Ringroad Barat, Sleman, Jumat (1/8/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kebangsaan yang hangat dan interaktif, sekaligus menguatkan kembali pentingnya internalisasi nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan generasi muda, khususnya di kalangan akademisi.

Dalam sambutannya, Gus Kaisar menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar—yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan benteng utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, terutama di era serba digital yang penuh disrupsi informasi dan tantangan ideologis.

“Hari ini, kita tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tapi juga tantangan digital dan ideologis. Ada banyak informasi yang masuk tanpa filter. Maka, Empat Pilar ini adalah fondasi agar kita tidak kehilangan arah sebagai bangsa,” ujar Gus Kaisar.

Baca juga  Pemerintah Tegaskan Kepentingan Nasional Tetap Jadi Prioritas dalam Kebijakan Luar Negeri

Lebih lanjut, politisi muda asal Jawa Timur itu mengajak mahasiswa untuk tampil sebagai pelopor nasionalisme dan penjaga nilai-nilai kebhinekaan.

“Kalian ini calon pemimpin masa depan. Jangan pernah malu menjadi nasionalis. Jangan ragu mencintai Indonesia. Justru lewat pemahaman terhadap Empat Pilar ini, kalian bisa menjadi penentu arah bangsa ke depan. Tidak hanya pintar secara akademis, tapi kokoh secara ideologis,” tambahnya.

Tak hanya menyampaikan materi, Gus Kaisar juga mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam ruang-ruang diskusi kebangsaan dan tidak alergi terhadap urusan politik serta kenegaraan. Menurutnya, generasi muda harus sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta berani menyuarakan pendapat secara cerdas dan konstitusional.

“Jangan alergi bicara negara. Jangan jauh dari parlemen. Negara ini akan baik kalau generasi mudanya mau terlibat, paham hak dan kewajibannya, dan berani bersuara dengan cara yang cerdas dan konstitusional,” tegasnya.

Baca juga  Ini dia Alasan Marcella Simon Jadi Mualaf

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Mahasiswa UNU menyambut dengan antusias, menyampaikan pertanyaan kritis seputar demokrasi, toleransi, hingga peran DPR RI dalam pembangunan daerah.

Pihak kampus pun mengapresiasi penuh kegiatan ini. Menurut perwakilan rektorat, sosialisasi Empat Pilar sangat relevan dengan visi UNU Yogyakarta dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Sebagai penutup, Gus Kaisar mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai titik temu seluruh elemen bangsa.

“Indonesia ini milik kita bersama. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita. Jadikan Pancasila sebagai titik temu, bukan titik pisah. Dan jadilah generasi yang bukan hanya menuntut perubahan, tapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tutupnya penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *