PILIHANRAKYAT.ID, Google dan Google Chrome masih menjadi dua layanan digital paling dominan di dunia. Mesin pencari Google menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar global, sementara Google Chrome menjadi browser paling banyak digunakan di berbagai platform. Meski menawarkan kemudahan dan kecepatan, keduanya juga menuai kritik, terutama soal privasi dan konsumsi sumber daya.
Sebagai mesin pencari, Google unggul dalam kecepatan dan relevansi hasil pencarian. Algoritma yang terus diperbarui memungkinkan pengguna memperoleh informasi secara cepat dan terstruktur. Selain itu, ekosistem layanan seperti Google Maps, Google Drive, dan Google Translate memperkuat posisi Google sebagai alat penunjang aktivitas digital harian, baik untuk individu maupun profesional.
Namun, dominasi tersebut juga memunculkan sejumlah persoalan. Isu privasi menjadi salah satu kritik utama terhadap Google. Perusahaan ini mengumpulkan data pengguna untuk personalisasi layanan dan iklan. Sejumlah pengamat menilai praktik ini berpotensi menciptakan filter bubble, yakni kondisi ketika pengguna hanya disuguhi informasi yang sejalan dengan riwayat pencarian mereka, sehingga mempersempit sudut pandang.
Sementara itu, Google Chrome dikenal sebagai browser yang cepat dan stabil. Arsitektur multi-proses membuat setiap tab berjalan secara terpisah sehingga lebih aman dari gangguan. Chrome juga unggul dalam hal sinkronisasi lintas perangkat, memungkinkan pengguna mengakses bookmark, sandi, dan riwayat penelusuran melalui satu akun Google.
Di balik keunggulannya, Chrome kerap dikritik karena konsumsi RAM dan sumber daya sistem yang tinggi, terutama saat membuka banyak tab. Sejumlah pengguna dengan perangkat spesifikasi menengah ke bawah mengeluhkan performa yang melambat. Selain itu, kekhawatiran privasi kembali mencuat karena Chrome terintegrasi erat dengan sistem pelacakan data Google.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google juga menghadapi sorotan regulator global. Pemerintah di Amerika Serikat dan Uni Eropa menyoroti dugaan praktik monopoli dan dominasi pasar, terutama di sektor pencarian internet dan periklanan digital. Kasus antitrust yang berjalan menandai meningkatnya tekanan terhadap perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Meski demikian, para analis menilai Google dan Chrome masih sulit tergantikan dalam waktu dekat. Tantangan ke depan bagi Google adalah menjaga keseimbangan antara inovasi, kenyamanan pengguna, dan perlindungan privasi, seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap keamanan data digital.




