PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Fathan Subchi menapaki perjalanan panjang dari aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII). Kepergiannya menutup perjalanan seorang kader pergerakan yang berkiprah di organisasi, parlemen, dan lembaga negara.
Fathan menjabat Ketua Umum PB IKA PMII periode 2025–2030 setelah terpilih dalam Musyawarah Nasional VII IKA PMII di Jakarta pada Februari 2025. Ia memperoleh 188 suara dalam pemilihan tersebut, mengungguli tiga kandidat lainnya.
Lahir pada 11 Februari 1970, Fathan berasal dari Demak, Jawa Tengah. Ia menempuh pendidikan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, melanjutkan pendidikan magister Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia, dan meraih gelar doktor Ilmu Administrasi dari Universitas Brawijaya pada 2018.
Dunia pergerakan menjadi salah satu pijakan penting dalam perjalanan hidupnya. Fathan pernah menjabat Ketua Pengurus Cabang PMII DKI Jakarta periode 1995–1996, kemudian menjadi Ketua Pengurus Besar PMII pada 1997–1998. Pengalaman tersebut membawanya ke lingkungan alumni PMII yang berkiprah di berbagai sektor.
Ia juga aktif dalam organisasi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi. Fathan tercatat pernah terlibat dalam Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Umat Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia serta Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama pada periode 2005–2009.
Karier politiknya berkembang melalui Partai Kebangkitan Bangsa. Fathan terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak.
Di parlemen, Fathan bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. Ia juga pernah menduduki posisi Wakil Ketua Komisi XI serta Sekretaris Fraksi PKB DPR RI.
Pada Oktober 2024, Fathan dilantik menjadi anggota BPK RI untuk masa jabatan 2024–2029. Sebagai anggota VI BPK, ia menjalankan tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Kepercayaan terhadap dirinya di lingkungan alumni PMII kembali menguat ketika ia terpilih memimpin PB IKA PMII pada 2025. Ia mendapat mandat untuk memimpin organisasi tersebut hingga 2030, dengan agenda konsolidasi alumni yang tersebar di birokrasi, politik, pendidikan, dunia usaha, dan berbagai bidang pengabdian masyarakat.
Informasi mengenai wafatnya Fathan Subchi setelah menjalani perawatan di Rusia menjadi kabar duka bagi lingkungan organisasi yang membesarkan namanya. Detail mengenai waktu wafat, penyebab kematian, dan keterangan resmi keluarga masih perlu merujuk pada konfirmasi pihak berwenang.
Perjalanan Fathan memperlihatkan lintasan seorang aktivis yang berkembang dari organisasi mahasiswa menuju parlemen dan lembaga pemeriksa keuangan negara. Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengabdiannya di ruang publik sekaligus potret perjalanan kader PMII di panggung nasional.




