PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan arah kebijakan pembangunan Jawa Timur tahun 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan pelayanan dasar agar hasil pembangunan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Khofifah menyampaikan, kebijakan pembangunan 2026 disusun berdasarkan evaluasi capaian pembangunan tahun sebelumnya serta tantangan ekonomi dan sosial ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, akan memprioritaskan pembangunan yang berorientasi pada pemerataan dan keadilan antardaerah.
“Fokus pembangunan tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (5/1/2026).
Empat sektor utama menjadi prioritas pembangunan Jawa Timur pada 2026, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial. Pada sektor pendidikan, Pemprov Jatim akan melanjutkan program peningkatan akses dan kualitas pendidikan melalui beasiswa, penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah menargetkan pemerataan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas fasilitas serta sumber daya tenaga medis. Sementara pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, termasuk percepatan pembangunan jalan strategis dan akses penunjang ekonomi.
Adapun pada sektor sosial, Pemprov Jatim berfokus pada penguatan perlindungan sosial yang inklusif dan adaptif, khususnya bagi kelompok rentan, guna menekan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Khofifah menegaskan keberhasilan arah pembangunan 2026 memerlukan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat. Ia berharap perencanaan pembangunan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Jawa Timur.




