Games  

Mobile Legends Tetap Jadi Game Favorit, Meski Kritik soal Matchmaking Menguat

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) masih menjadi salah satu gim mobile paling populer di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Gim bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) besutan Moonton ini terus menarik jutaan pemain aktif berkat gameplay yang cepat, ringan, serta dukungan ekosistem esports yang kuat.

Dirilis sejak 2016, Mobile Legends menawarkan pertandingan lima lawan lima dengan durasi relatif singkat, sekitar 10 hingga 30 menit per gim. Model permainan tersebut dinilai cocok dengan karakter pemain mobile yang menginginkan hiburan cepat dan kompetitif. Hingga kini, MLBB tersedia di platform Android dan iOS serta dapat dimainkan di berbagai spesifikasi gawai.

Keunggulan lain Mobile Legends terletak pada konsistensi pembaruan konten. Moonton secara rutin menghadirkan hero baru, penyesuaian kemampuan (balance patch), hingga kolaborasi dengan waralaba populer. Di sisi lain, turnamen profesional seperti Mobile Legends Professional League (MPL) menjadikan gim ini sebagai salah satu pilar utama industri esports nasional.

Baca juga  5 Rekomendasi Situs Slot Gacor Tahun 2025

Namun, di balik popularitas tersebut, sejumlah kritik dari pemain terus bermunculan. Salah satu yang paling sering disorot adalah sistem matchmaking yang dinilai belum sepenuhnya adil, terutama bagi pemain yang bermain secara individu (solo queue). Banyak ulasan pengguna menyebutkan ketidakseimbangan kemampuan antarpemain dalam satu tim kerap memengaruhi kualitas pertandingan.

Selain itu, persoalan perilaku komunitas juga menjadi catatan tersendiri. Sebagian pemain menilai lingkungan permainan masih rentan terhadap sikap tidak sportif dan ujaran kasar, meski pengembang telah menyediakan fitur pelaporan dan sanksi.

Baca juga  Tiga Kios Pupuk Subsidi di Besuk Dicabut Izinnya, Ketua Panja DPRD: Gajah pun Kami Lawan!

Dari sisi monetisasi, Mobile Legends mengusung model free-to-play dengan penjualan item kosmetik seperti skin hero. Meski tidak memengaruhi kekuatan karakter secara langsung, sistem ini kerap dianggap mendorong pemain untuk melakukan pembelian demi menunjang penampilan dan gengsi dalam permainan.

Secara keseluruhan, Mobile Legends: Bang Bang tetap dipandang sebagai gim MOBA mobile yang sukses mempertahankan basis pemain besar. Kendati demikian, sejumlah aspek seperti kualitas matchmaking dan kenyamanan komunitas masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengembang agar pengalaman bermain dapat lebih merata dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *