PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Puluhan siswa MTs dan SMA Hayatul Islam mengikuti kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pagar Nusa Hayatul Islam yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 November 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Hayatul Islam.
UKT ini menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kemampuan anggota Pagar Nusa. Selain menguji keterampilan bela diri, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kedisiplinan, mental, serta karakter para peserta.
Peserta yang mengikuti ujian berasal dari kalangan siswa MTs dan SMA Hayatul Islam. Mereka menjalani sejumlah tahapan pengujian sebagai bentuk evaluasi atas materi dan latihan yang telah diberikan selama mengikuti kegiatan Pagar Nusa.
Kepala SMA Hayatul Islam, Ahmad Roni mengatakan UKT bukan sekadar ujian untuk menentukan kenaikan tingkat dalam organisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membentuk karakter siswa agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap menghormati sesama.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga mempunyai akhlak yang baik, mental yang kuat, disiplin, serta mampu menerapkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Roni
Menurut dia, pembinaan melalui Pagar Nusa memiliki peran positif dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan pesantren. Kemampuan bela diri perlu berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Karena itu, dia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian UKT dengan sungguh-sungguh serta menjadikan setiap tahapan ujian sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan diri.
Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Kecamatan Krucil, Abd Aziz, turut mendukung pelaksanaan UKT tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas kader sekaligus memperkuat keberlangsungan pembinaan Pagar Nusa di lingkungan pendidikan.
Melalui UKT yang berlangsung hingga 7 November 2026 ini, Pagar Nusa Hayatul Islam diharapkan mampu melahirkan anggota yang tidak hanya tangguh dalam bela diri, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.




