PILIHANRAKYAT.ID, Paiton-Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar dialog dan doa bersama dengan tokoh masyarakat serta organisasi kepemudaan di pelataran Candi Jabung, Kecamatan Paiton, Senin, 8 September 2025. Acara tersebut dihadiri Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ, Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, serta sejumlah tokoh agama.
Sejumlah organisasi mahasiswa ikut serta dalam pertemuan ini, antara lain HMI, GMNI, PMII, IMM, BEM Probolinggo Raya, serta IPNU dan IPPNU dari Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan dzikir dan doa bersama, sebelum mahasiswa membacakan ikrar deklarasi menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan daerah.
Bupati Haris menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Kami tidak bisa membangun Kabupaten ini sendirian. Semua wajib terlibat, mulai dari tokoh masyarakat, adik-adik mahasiswa, hingga warga. Karena itu kami membuka ruang dialog kapan pun,” ujarnya.
Ia mengingatkan masih banyak persoalan mendasar yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Probolinggo, kata Haris, baru 6,31 tahun. “Artinya, pendidikan kita secara statistik masih setara dengan lulusan SD. Ini harus kita benahi bersama,” katanya.
Haris juga menyinggung pentingnya menjaga iklim daerah tetap kondusif demi menarik investasi. Menurutnya, Pemkab sudah menjajaki peluang dengan investor dari Cina, Jepang, hingga Australia. “Kalau situasi tidak kondusif, mereka bisa mundur. Itu akan berdampak besar pada masyarakat,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada mahasiswa yang hadir. Ia menilai sikap kritis generasi muda merupakan bagian penting dalam mengawal pembangunan daerah. “Mahasiswa adalah suara nurani, pemerintah adalah amanah rakyat, dan Forkopimda adalah penjaga negeri. Jika ketiganya bersatu, Insya Allah Kabupaten Probolinggo akan berdiri tegak,” ujar Haris.
Acara ditutup dengan seruan untuk menyatukan visi demi kemajuan Kabupaten Probolinggo. “Hari ini kita tidak bicara warna almamater, melainkan warna hati yang sama. Kita ingin Kabupaten Probolinggo damai, tenteram, dan menjadi permata,” kata Haris.




