PKB Tegaskan Hasil Muktamar NU ke-35 Sah, Kader Diminta Patuh

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan sikap menghormati hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Seluruh kader diminta mengikuti garis kebijakan partai dan tidak terseret polemik yang mempertanyakan hasil muktamar.

Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany mengatakan dinamika di kalangan nahdliyin setelah Muktamar NU ke-35 masih berlangsung. Namun, menurut dia, sikap PKB terhadap hasil forum tersebut sudah jelas.

“Kami menghormati sepenuhnya hasil Muktamar ke-35 NU di Jombang. Meskipun saat ini masih ada dinamika di kalangan nahdliyin di berbagai daerah yang mempertanyakan keabsahan hasil muktamar, kami meminta semua kader PKB untuk tidak terlibat dan fokus pada kerja pelayanan yang menjadi agenda besar partai,” kata Najmi kepada wartawan, Sabtu, 26 September 2026.

Najmi mengatakan perdebatan mengenai hasil muktamar masih muncul di berbagai platform media sosial. Konten yang beredar antara lain podcast, meme, dan video pendek yang membahas keabsahan hasil Muktamar NU ke-35.

Baca juga  Stop Umroh, Anisah Berusaha Jamaah Tidak Kecewa

Ia juga menyinggung sejumlah kasus hukum yang belakangan dikaitkan dengan proses muktamar. Menurut Najmi, pembahasan mengenai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika di era keterbukaan informasi.

PKB, kata dia, tetap berpegang pada kebijakan untuk menghormati hasil Muktamar NU ke-35. Sikap itu berlaku bagi seluruh kader, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Sebagai partai yang lahir dari rahim NU, PKB ingin melihat PBNU dalam situasi teduh agar sama-sama bisa berkhidmat untuk umat dan rakyat Indonesia,” ujar Najmi.

Najmi mengakui sejumlah kader PKB menyampaikan pandangan mengenai dinamika PBNU melalui media sosial. Namun, ia menegaskan pernyataan personal kader tidak otomatis menjadi sikap resmi partai.

“Kami tahu dan ikut memantau berbagai pernyataan sebagian kader yang menyampaikan pendapatnya di berbagai platform media sosial terkait PBNU. Tetapi itu adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap partai,” katanya.

Baca juga  Mendikbud: Kita Akan Pertajam Penggunaan Anggaran Fungsi Pendidikan

DPP PKB meminta kader mematuhi garis kebijakan partai dalam menyikapi dinamika PBNU. Najmi menegaskan partai akan mengambil tindakan terhadap kader yang menggunakan nama PKB untuk mempertanyakan hasil Muktamar NU ke-35.

“Kami akan memberikan sanksi peringatan hingga pemecatan jika ada kader yang mbalelo dan tidak mematuhi garis kebijakan partai terkait dinamika PBNU saat ini,” ujar Najmi.

Muktamar NU ke-35 digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Gus Kikin terpilih setelah musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang beranggotakan lima ulama. Keputusan tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar sebagai perwakilan AHWA pada Senin, 31 Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *