PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo, Kabupaten Probolinggo tengah dilanda rentetan peristiwa yang mengguncang rasa aman masyarakat. Selain maraknya aksi pencurian yang terjadi di berbagai wilayah, pada Kamis malam (18/7), gempa bumi juga mengguncang kawasan selatan Probolinggo, tepatnya di Kecamatan Tiris.
Gempa Guncang Tiris, Warga Panik Keluar Rumah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 4,2 Magnitudo mengguncang wilayah Tiris sekitar pukul 21.47 WIB. Getaran terasa kuat selama beberapa detik dan menyebabkan warga panik berhamburan ke luar rumah.
Meski tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban jiwa, gempa ini cukup membuat warga trauma, mengingat kawasan Tiris dan sekitarnya berada di zona rawan aktivitas vulkanik dan tektonik. Pihak BPBD Kabupaten Probolinggo masih memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga tetap tenang namun waspada.
“Ini peringatan bagi kita semua agar memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana, apalagi saat musim kering rawan juga kebakaran,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo, Andi Priyanto, Jumat (19/7).
Pencurian Merebak: Dari Motor hingga Sapi
Di tengah kekhawatiran akan bencana, masyarakat juga diresahkan oleh gelombang tindak kriminal. Dalam sepekan, tercatat beberapa kasus pencurian terjadi di Gading, Kraksaan, Bantaran, hingga Desa Batur. Pencurian motor saat salat Jumat, pencurian kotak amal, bahkan sapi dan hasil panen kopi menjadi bukti meningkatnya kejahatan.
Salah satu kejadian yang menyita perhatian terjadi di Masjid Baitul Anwar, Desa Sentul, Kecamatan Gading, saat tiga pelaku curanmor beraksi saat salat Jumat berlangsung. Dua pelaku berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke polisi. Kapolsek Gading, AKP Maskur Ansori, menyebut kasus ini sebagai bagian dari pola kejahatan terorganisir yang kini menjadi target operasi.
Kasus pencurian lainnya meliputi:
1. Pencurian kotak amal di musala-musala wilayah Kraksaan
2. Pencurian kopi di Dusun Rabunan, Desa Batur, Kecamatan Gading
3. Pencurian dua ekor sapi milik warga Desa Kropak, Kecamatan Bantaran
Polres dan BPBD Perkuat Koordinasi Lapangan
Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana memastikan patroli akan diperketat di kawasan rawan pencurian, sembari mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Di sisi lain, BPBD juga meminta pemerintah desa untuk meningkatkan pelatihan evakuasi bencana, mengingat gempa bumi bisa terjadi sewaktu-waktu.




