Daerah  

Produksi Garam Tercekik Cuaca

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Produksi garam nasional menghadapi tekanan serius ketika musim panen ideal justru dibalut hujan. Faktor cuaca tak menentu — terutama fenomena kemarau basah — kini menghambat proses kondensasi air laut dan pembentukan kristal garam di area tambak rakyat maupun industri.

Di wilayah pesisir Madura, misalnya, empat lokasi besar penggaraman mencatat penurunan produksi yang signifikan. Hujan yang datang saat musim kemarau membuat lapisan air laut tak kunjung menguap sempurna sehingga kristalisasi terganggu.

Di Cirebon, Jawa Barat, modusnya sama: kemarau basah memecah rutinitas panen garam. Curah hujan tinggi saat seharusnya matahari terik menguapkan air laut membuat tambak lebih sering “mandek”.

Baca juga  Study Wisata dan Ziarah Religi, MTs Sunan Kalijaga Padukan Edukasi dan Penguatan Karakter Siswa

Akumulasi gangguan cuaca memberi efek ganda: kuantitas menurun, kualitas ikut merosot. Hasil tambak garam yang basah, kristalnya lemah — sulit disimpan dan tak memenuhi standar industri. Petambak kemudian harus menjual dengan harga lebih rendah atau mengalami kegagalan panen total.

Pada tahun ini saja, target produksi untuk beberapa lokasi belum tercapai. Di Madura, misalnya, realisasi jauh di bawah prediksi karena hujan deras sejak Oktober. Kondisi ini memperlihatkan betapa rentannya rantai garam nasional ketika basis produksinya masih sangat tergantung cuaca.

Dampak Sosial & Ekonomi

Petambak garam — yang mayoritas mengandalkan metode tradisional — kini menghadapi risiko nyata: kerugian finansial, modal terbatas untuk musim berikut, dan potensi berhenti usaha. Bila tak ada mitigasi cepat, rantai suplai garam nasional bisa tertekan lebih dalam.

Baca juga  Semangat Baru Pengurus ISABA Periode 2020-2022

Upaya Penanggulangan

Pemerintah daerah dan lembaga penggaraman mulai menginisiasi pendampingan teknologi dan sistem informasi cuaca untuk petambak garam. Di Cirebon, program pelatihan penggunaan geomembran dan alat penutup tambak sedang dikaji agar proses penguapan tak tergantung sepenuhnya pada Cuaca.

Tetapi perubahan ini memerlukan waktu — dan modal — yang bagi banyak petambak masih menjadi hambatan. Sementara itu, cuaca terus memberi tantangan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *